Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Gaya Hidup dan Nutrisi Terbaik Melawan AIDS

Ditulis oleh Mohammad Brachim Ansari7 menit baca
Gaya Hidup dan Nutrisi Terbaik Melawan AIDS
Pola gaya sehat dan konsumsi makanan sehat bergizi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan orang dengan HIV
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-red-haired-woman-with-healthy-food_10631790.htm

Hai NutriCiers!

Nutrisi dan infeksi HIV memiliki interaksi yang kompleks dan saling berkaitan. Fungsi saluran pencernaan dan status gizi sering dipengaruhi oleh HIV, komplikasi sekunder, dan efek samping terapi pengobatan. Nutrisi yang tepat juga secara langsung mempengaruhi status kekebalan tubuh, memoderasi kemanjuran obat, dapat mengurangi tingkat keparahan efek samping, dan dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas.

Status gizi buruk dengan indeks massa tubuh (IMT) yang rendah dapat menjadi faktor penyebab kematian di antara orang dengan infeksi HIV. Komplikasi fisiologis perkembangan HIV diperparah oleh masalah yang terkait dengan kemiskinan karena konsumsi makanan yang tidak mencukupi baik dari segi kualitas dan kuantitas yang memadai untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mendukung terapi medis.

Mengapa nutrisi yang baik penting bagi orang yang hidup dengan HIV?

Nutrisi yang baik berkaitan dengan menemukan dan mempertahankan pola makan yang sehat. Nutrisi yang baik mendukung kesehatan secara keseluruhan dan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Ini juga membantu orang dengan HIV mempertahankan berat badan yang sehat dan menyerap obat HIV secara optimal.

HIV menyerang dan menghancurkan sistem kekebalan, yang membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi. Orang dengan HIV menggunakan kombinasi obat HIV (disebut rejimen pengobatan HIV) setiap hari. Obat HIV mencegah HIV menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. Begitu pula dengan pola makan yang sehat juga membantu memperkuat sistem kekebalan dan menjaga kesehatan orang dengan HIV.

Dapatkah HIV mempengaruhi pola makan dan gizi?

Orang dengan HIV terkadang menghadapi masalah yang dapat memengaruhi nutrisi mereka, diantaranya:

  • Perubahan metabolisme tubuh.
  • Obat-obatan yang bisa mengganggu perut.
  • Infeksi oportunistik (berbagai macam mikroba penyebabnya (bakteri, jamur, parasit, dan virus lainnya) muncul mengambil kesempatan selagi daya tahan tubuh sedang lemah-lemahnya) yang dapat menyebabkan masalah makan dan menelan.
  • Makanan yang dapat mempengaruhi pengobatan HIV (seperti daging dan ikan mentah).
  • Penurunan berat badan
  • Pengecilan otot (kehilangan otot)
  • Kadar lemak dan gula yang tinggi dalam darah
  • Vitamin dan mineral tidak cukup

Salah satu masalah ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan agar tetap sehat.

Bagaimana cara mempertahankan gaya hidup sehat?

1. Pertahankan berat badan yang sehat

Dengan infeksi kronis seperti HIV, tubuh orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) mungkin membakar lebih banyak energi (kalori). Jika ODHA menggunakan lebih energi untuk metabolisme tubuh dibandingkan dengan energi dari asupan, maka dapat menurunkan berat badan. Dimungkinkan juga untuk makan lebih banyak kalori daripada yang digunakan, dengan demikian berat badan dapat bertambah. Bagaimanapun, jika ODHA tidak makan makanan sehat, maka dapat mengganggu kesehatannya.

Beberapa ODHA perlu makan lebih banyak kalori setiap hari untuk mencegah penurunan berat badan. Rasa lapar tidak selalu menjadi pedoman yang dapat diandalkan, karena ODHA bisa merasa mual atau mati rasa oleh makanan, bahkan saat ODHA membutuhkannya. Jika ini masalahnya, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan tentang cara untuk mengatasi mual atau merangsang nafsu makan.

2. Makan yang sehat

Mengikuti anjuran makan yang sehat menawarkan beberapa manfaat, diantaranya:

  • Memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk melawan HIV dan infeksi lainnya.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Mengelola gejala dan komplikasi HIV.
  • Meningkatkan penyerapan obat-obatan dan membantu mengelola potensi efek samping.

Makan sehat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Berikut anjuran-anjuran dalam memilih dan mengatur menu konsumsi makanan sehat:

Makan Lebih Banyak Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat adalah sumber energi yang baik tetapi bisa menjadi masalah jika Anda menderita diabetes. Mereka ditemukan dalam makanan seperti:

  • Roti
  • Semacam spageti
  • Nasi
  • Sereal
  • Kentang

Karbohidrat datang dalam berbagai bentuk. Karbohidrat sederhana lebih mudah dicerna tetapi bisa menyebabkan gula darah meningkat tajam. Karbohidrat sederhana termasuk gula (seperti yang ditemukan pada permen, minuman ringan), nasi putih, dan tepung putih. Mereka juga terjadi secara alami dalam buah-buahan dan susu. Dianjurkan agar penderita diabetes membatasi jumlah karbohidrat sederhana dalam makanannya.

Karbohidrat kompleks (juga disebut pati) membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh Anda, dan seringkali mengandung lebih banyak serat dan nutrisi lain daripada karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks termasuk biji-bijian, kacang-kacangan (legumes), sayuran bertepung seperti jagung dan kentang, dan nasi merah. Karena butuh waktu lebih lama untuk dicerna, karbohidrat kompleks tidak menyebabkan gula darah naik setajam karbohidrat sederhana dan oleh karena itu direkomendasikan untuk penderita diabetes.

Makan Lebih Banyak Protein untuk Melawan Kehilangan Otot

Protein (bersama dengan aktivitas fisik) membantu membangun tubuh dan memelihara otot. Selama masa infeksi, protein yang disimpan dalam otot dapat dibakar untuk memberikan energi bagi tubuh. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya otot, disebut juga pemborosan otot.

Penting untuk mencoba makan setidaknya tiga porsi protein setiap hari. Perkiraan yang baik untuk 'porsi' adalah jumlah makanan sebesar ukuran kepalan tangan. Makanan tinggi protein meliputi:

  • Daging tanpa lemak, termasuk daging sapi, ayam, dan babi
  • Ikan
  • Keju cottage dan yogurt
  • Telur
  • Kacang, buncis, kedelai, dan kacang-kacangan

Beberapa sumber protein hewani dapat mengandung lemak jenuhnya yang tinggi dan harus digunakan dalam jumlah sedang — terutama jika kolesterol meningkat atau berisiko terkena penyakit jantung.

Serat, Air, Buah, dan Sayuran untuk Kesehatan Usus

Tubuh membutuhkan usus yang sehat untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan, suplemen, dan obat-obatan. Makanan tinggi serat dapat membantu menjaga pergerakan usus tetap teratur dan mendukung kesehatan usus. Ini termasuk:

  • Gandum
  • Roti gandum utuh
  • kacang-kacangan
  • Buncis
  • kacang polong
  • Buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Prune dan aprikot

Air (8-10 cangkir, 8 ons sehari, atau sekitar dua liter), jus, buah-buahan segar, dan sayuran dapat membantu mencerna makanan dan menghilangkan kotoran melalui urin (kencing) dan tinja (kotoran). Minum lebih banyak air dapat membantu mengurangi efek samping obat.

Lemak hewani, terutama produk susu, bisa memperburuk diare. Jika diare menjadi masalah, mungkin perlu mengurangi lemak hewani, gorengan, dan makanan manis. Perlu diketahui bahwa jus sering kali mengandung banyak gula. Terkadang gula alami (dari buah), dan terkadang gula telah ditambahkan ke dalam jus (misalnya, gula tebu, sirup jagung). Bagaimanapun, jus cenderung memiliki lebih banyak gula dan lebih sedikit serat daripada buah segar. Akibatnya, jus bisa memperparah diare. Penting bagi penderita diabetes atau pra-diabetes untuk membatasi jumlah jus yang mereka minum.

Sertakan Makanan Lainnya untuk Mengurangi Peradangan

Karena sistem kekebalan seseorang yang hidup dengan HIV selalu berjuang untuk menyingkirkan virus, sistem itu selalu diaktifkan, atau "dihidupkan". Sistem kekebalan yang diaktifkan menghasilkan peradangan. Peradangan yang sedang berlangsung tampaknya terkait dengan banyak kondisi, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Kabar baiknya adalah beberapa makanan dapat membantu mengurangi peradangan. Ini termasuk:

  • Sayuran berdaun hijau seperti lobak, sawi, kangkung, dan bayam
  • Pok choy (kubis Cina)
  • Brokoli
  • Bit
  • Seledri
  • Ikan tertentu, seperti mackerel, salmon, sarden, dan tuna
  • Buah-buahan tertentu, seperti blueberry, ceri, nanas, dan stroberi
  • Kacang tertentu, seperti almond dan kenari
  • Minyak tertentu, seperti minyak zaitun dan minyak kelapa
  • Biji tertentu, seperti biji chia dan biji rami
  • Bumbu tertentu, seperti kunyit dan jahe
  • Tomat

Suplemen

Orang yang hidup dengan HIV membutuhkan lebih banyak vitamin untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Mungkin tidak selalu mungkin untuk mendapatkan semua mikronutrien (vitamin dan mineral) dari makanan yang Anda makan. Kekurangan zat gizi mikro dapat menyebabkan masalah seperti anemia.

Meskipun suplemen bukan pengganti diet seimbang, suplemen dapat membantu mendapatkan mikronutrien tambahan yang dibutuhkan. Banyak orang yang hidup dengan HIV menggunakan multivitamin umum, dan beberapa mengambil suplemen tambahan untuk mikronutrien tertentu (seperti pil kalsium untuk wanita yang tidak mendapatkan cukup dari makanannya). Karena beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin umum dapat memberi manfaat kesehatan bagi orang yang hidup dengan HIV, banyak penyedia layanan kesehatan secara teratur merekomendasikan agar pasien mereka yang hidup dengan HIV mengonsumsi multivitamin.

Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan dan temui ahli gizi terdaftar untuk evaluasi nutrisi. Mereka dapat membantu menentukan kombinasi perubahan pola makan dan suplementasi apa yang dapat memperbaiki kekurangan mikronutrien yang dimiliki.

3. Perhatikan keamanan pangan.

Mengapa keamanan pangan penting bagi orang yang hidup dengan HIV?

Karena HIV merusak sistem kekebalan, penyakit bawaan makanan cenderung menjadi lebih serius dan bertahan lebih lama pada orang dengan HIV dibandingkan pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat. Mengikuti pedoman keamanan pangan mengurangi risiko penyakit bawaan makanan melalui 5 kunci untuk makanan yang lebih aman yang dibahas pada artikel sebelumnya.

4. Berolahraga secara teratur

Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Olahraga teratur menawarkan banyak manfaat, diantaranya:

  • Meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kebugaran tubuh.
  • Mengurangi risiko depresi.
  • Membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik untuk melawan infeksi.

Orang dengan HIV dapat melakukan jenis olahraga yang sama dengan orang yang tidak memiliki HIV. Temukan rutinitas kebugaran yang disukai. Jadikan olahraga menyenangkan dan berkomitmen untuk berolahraga.

5. Tidak merokok

Bagaimana merokok dapat memengaruhi kesehatan?

Merokok memiliki banyak efek kesehatan yang negatif, apalagi pada orang dengan HIV yang merokok dibandingkan dengan tidak merokok, diantaranya:

  • Menyebabkan kanker paru-paru, kanker kepala dan leher, kanker serviks dan dubur, dan kanker lainnya.
  • Menyebabkan pneumonia bakterial, pneumonia  Pneumocystis jirovecii , penyakit paru obstruktif kronik, dan penyakit jantung.
  • Menyebabkan kondisi yang memengaruhi mulut, seperti kandidiasis oral (sariawan) dan leukoplakia (bercak putih menebal) pada mulut.
  • Memiliki respon yang lebih buruk terhadap pengobatan HIV.
  • Menyebabkan penyakit mengancam jiwa yang mengarah pada diagnosis AIDS.
  • Memiliki umur yang lebih pendek.

Itulah gaya hidup dan pola makan yang sehat untuk dapat melawan infeksi HIV maupun mempercepat proses penyembuhan AIDS. Semoga bermanfaat ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Aids#berat badan#bumil#busui#gangguan makan#gaya hidup#gaya hidup sehat#gizi seimbang#Healthy#HIV#ibu hamil#ibu menyusui#Infeksi#Information#kesehatan#makanan#nutrisi#odha#olahraga#penyakit#sehat#status gizi#virus

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Apa Itu Hemofilia dan Jenisnya

Hemofilia mengganggu aktivitas pembekuan darah pada penderitanya Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/red-blood-cells_936788.htm#page=1&query=blood&position=12 Halo NutriCiers! Hemofilia

Annisaa Fairuz Tyara

Hepatitis B: Pecinta Kacang Perlu Waspada?

Pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat dapat meningkatkan tingkat aflatoksin Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/salted-roasted-peanuts_10271092.htm#query=peanut&position=6 Hai Nutr

Mohammad Brachim Ansari

Apakah air hujan aman untuk dikonsumsi?

Air hujan tidak dapat langsung dikonsumsi. Air hujan memiliki kandungan fluor yang rendah Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-vector/nature-raining-scene_3849170.htm#page=1&query=rain&positio

Anisa Gita Ayu Sekarini