Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Yuk, Kenali Xeroftalmia pada Anak

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Yuk, Kenali Xeroftalmia pada Anak
Kekurangan asupan vitamin A dapat menyebabkan penyakit xeroftalmia
Sumber gambar : https://www.freepik.com/premium-photo/girl-with-eye-tattoos-hand-palm-covering-her-eyes_2728126.htm#page=1&query=child%20eye&position=31

Hai, NutriCiers!

NutriCiers tau dengan vitamin A, bukan? Apa yang terlintas pertama kali saat mendengar vitamin A? Pasti semua hal yang berkaitan dengan mata. Vitamin A atau retinol merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati. Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial). Vitamin A memiliki fungsi, di antaranya untuk penglihatan, pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan jaringan. Bentuk vitamin A bisa kita dapatkan dari pangan hewani. Namun, pada pangan nabati terdapat karotenoid (prekursor vitamin A) yang dapat diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan penyakit hingga kematian. Salah satu akibat kekurangan vitamin A adalah xeroftalmia.

Xeroftalmia sebenarnya merupakan manifestasi akhir dari defisiensi vitamin A yang sudah cukup parah. Sel-sel kornea penderita xeroftalmia akan mengeras dan mengering, sehingga mengakibatkan keratomalasia atau hancurnya kornea mata yang berakibat pada kebutaan. Tanda lain dari xeroftalmia, yakni xerosis konjungtiva dan kornea, bintik Bitot, rabun senja, dan retinopati. Xeroftalmia adalah faktor utama penyebab kebutaan masa kanak-kanak di negara berkembang. Sementara itu, diperkirakan 6-7 juta anak-anak prasekolah di seluruh dunia mengalami xeroftalmia setiap tahun dan 10% diantaranya menderita kerusakan kornea.

Apa yang menyebabkan xeroftalmia?

Tentu saja karena kurangnya asupan vitamin A dalam makanan. Anak-anak yang asupan makannya kurang diperhatikan bisa mengalami xeroftalmia. Pengetahuan ibu yang kurang dan ibu menyusui yang kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan anaknya kekurangan vitamin A. Namun, kekurangan vitamin A juga dapat disebabkan karena adanya cacat pada metabolisme dan penyimpanan vitamin A di dalam tubuh, termasuk juga karena adanya penyakit hati.

Nah, makanan apa saja yang vitamin A?

Pangan hewani yang menggandung vitamin A, antara lain hati, kuning telur, susu, mentega, dan ayam. Sementara itu, pangan nabati yang mengandung precursor vitamin A, yakni wortel, jeruk, mangga, daun singkong, kangkung, tomat, dan masih banyak lagi.

Xeroftalmia pada anak tentu dapat menganggu tumbuh kembang anak. Implikasinya bukan hanya pada kesehatan mata saja, tetapi pada fungsi tubuh yang lain. Pastinya NutriCiers tidak ingin si Kecil mengalami hal tersebut, ‘kan? Yuk, mulai sekarang perhatikan asupan gizi si Kecil dengan lebih baik!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#hari anak sedunia#Healthy#Kekurangan Vitamin A#kesehatan#Kesehatan mata#KVA#mata#vitamin A#Xeroftalmia

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Alternatif Daging Untuk Plant-Based Diet?

Tahukan kamu tentang “daging” untuk plant-based diet? Seringkali kita bertanya-tanya, terbuat dari apa olahan “daging” tersebut? Faktanya, ada beberapa alternatif “daging” untuk plant

Martha Clarissa Junestita