Menjaga Status Hidrasi di Lingkungan Kerja
Halo NutriCiers!
Air merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Untuk memperingati hari air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, kita akan membahas pentingnya konsumsi air ketika bekerja.
Perlu sobat NutriCiers ketahui bahwa 50-60% komponen tubuh kita tersusun dari air. Air di dalam tubuh berperan sebagai pelarut, menjaga suhu tubuh, dan membantu mengatur regulasi asam basa dalam tubuh. Ketika tubuh kekurangan cairan maka akan muncul sebuah kondisi yang disebut dehidrasi. Kekurangan 1-2% cairan dapat menyebabkan gangguan kognitif dan psikomotor, serta gangguan memori. Kekurangan 4% cairan dapat menurunkan performa kerja, pusing, mengantuk, serta meningkatkan laju pernapasan yang dapat menyebabkan demam pada anak. Kekurangan 8% cairan dalam tubuh dapat menyebabkan kematian.
Para pekerja di lingkungan kerja sangat rentan mengalami dehidrasi. Hal ini diperparah karena para pekerja biasanya tidak menyadari bahwa mereka dehidrasi. Pekerja terlalu fokus melakukan pekerjaan sehingga sering kali lupa untuk minum dan mempertahankan status hidrasinya. Untuk mengetahui apakah pekerja mengalami dehidrasi, dapat dilakukan dengan melihat hal berikut :
- Warna urin. Urin normal berwarna bening hingga kuning muda. Urin yang berwarna semakin pekat menunjukkan bahwa seseorang mengalami dehidrasi.
- Penurunan berat badan. Penurunan berat badan 1-3% menunjukan adanya dehidrasi ringan, penurunan berat badan 3-5% menunjukkan adanya dehidrasi sedang, dan penurunan berat badan 5% menunjukkan adanya dehidrasi tingkat tinggi.
- Berat jenis urin. Semakin pekat urin maka semakin tinggi berat jenisnya.
Secara umum kebutuhan cairan pada perempuan dewasa menurut AKG adalah 2350 mL, sedangkan kebutuhan pada pria dewasa sebesar 2500 mL. Namun, kebutuhan cairan masing-masing individu dapat berbeda tergantung beban kerja dan kondisi lingkungan kerja. Kebutuhan cairan pada orang yang bekerja di luar ruangan dengan kondisi panas tentunya akan berbeda dibandingkan orang yang bekerja di dalam ruangan dengan kondisi dingin. Hal ini karena kondisi panas dari lingkungan akan mempengaruhi anterior hipotalamus untuk mengurangi produksi panas tubuh sehingga dengan menurunkan aktivitas otot rangka dan mendorong pengeluaran panas dari tubuh dengan vasodilatasi pembuluh darah, sehingga panas dikeluarkan melalui evaporasi. Seseorang yang bekerja dalam kondisi lingkungan yang panas membutuhkan cairan sebesar 6-8 L/hari. Untuk dapat memenuhi kebutuhan harian itu para pekerja disarankan untuk mengkonsumsi satu gelas (250 mL) setiap 20 menit. Seseorang yang bekerja dalam kondisi lingkungan dingin membutuhkan cairan sebesar 3-4 L/hari.
Sekian info yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
