Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Makanan Sumber Antioksidan dan Manfaatnya untuk Penderita TBC

Ditulis oleh Hanifah Nurul Aulia2 menit baca
Makanan Sumber Antioksidan dan Manfaatnya untuk Penderita TBC
Makanan yang mengandung antioksidan tinggi seperti pepaya, wortel, brokoli dan teh hijau dapat melawan stress oksidatif
Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/assorted-fruits-3025236/

Hai, NutriCiers!

Hari Tuberkulosis Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan mayarakat terhadap penyakit TB serta edukasi terkait dampak dan pencegahan TB di seluruh dunia. Tanggal tersebut menandai penemuan bakteri penyebab TB, yaitu Mycobacterium tuberculosis oleh Dr. Robert Koch pada 1882.  

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat menyebar lewat udara. Tak hanya paru-paru, organ lain juga dapat terserang, misalnya sistem pernapasan, pencernaan, sistem saraf, sistem reproduksi, dan organ hati.

NutriCiers, tahukah kamu? Antioksidan memiliki peran dalam melawan stress oksidatif yang bermanfaat untuk penderita TB. Zat gizi antioksidan seperti vitamin dan karotenoid dapat melawan kerusakan yang diakibatkan radikal bebas yang kadarnya meningkat selama infeksi TB. Asupan zat gizi mikro pada penderita TB seringkali tidak mencukupi kebutuhan, padahal vitamin dapat bermanfaat untuk mencegah perkembangan TB.

Penelitian di Singapura menunjukkan jika asupan vitamin A, C, dan betakaroten dapat menurunkan perkembangan penyakit TB. Penelitian lain juga menyatakan jika defisiensi vitamin A dapat memprediksi risiko kejadian penyakit TB. Selain itu, suplementasi vitamin A dapat menjadi cara efektif dalam pencegahan penyakit TB.

Salah satu sumber makanan kaya antioksidan adalah buah dan sayur. Asupan buah dan sayur telah dilaporkan dapat menurunkan kejadian TB. Sumber antioksidan alami di antaranya adalah vitamin A, C, E, karotenoid, dan banyak lagi. Apa saja contoh makanan sumber antioksidan?

Pepaya

Pepaya merupakan buah tropis yang mengandung banyak vitamin C yang bahkan lebih tinggi dibanding buah jeruk. Selain vitamin C, pepaya juga mengandung antioksidan lain, seperti beta karoten, flavonoid, dan alfa tokoferol.

Wortel

Wortel banyak mengandung beta karoten yang diubah menjadi vitamin A. Selain sebagai sumber vitamin A, wortel juga dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Jadi, tak ada alasan lagi untuk menghindari wortel, ya NutriCiers.

Brokoli

Brokoli sering diolah menjadi aneka sayur dan dimanfaatkan untuk diet karena kandungan antioksidannya. Antioksidan yang terkandung dalam brokoli di antaranya adalah vitamin C dan E. Bahkan, kandungan vitamin C dalam brokoli lebih tinggi dibanding sayuran lain, seperti wortel, kubis, dan bayam.

Teh hijau

Teh hijau merupakan minuman yang kaya antioksidan, terutama flavonoid. Flavonoid paling utama dalam teh hijau adalah katekin. Kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) pada teh hijau ini diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan TB.

Selain makanan  yang telah disebutkan di atas, antioksidan dapat dijumpai pada buah dan sayur berwarna merah, oranye, kuning, dan ungu. Nah, itu dia NutriCiers manfaat dan sumber antioksidan untuk penderita TB. Semoga bermanfaat!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#antioksidan#buah#buah-buahan#Hari TB sedunia#Healthy#Information#makanan#minuman#Mycobacterium tuberculosis#sayur#sayur-sayuran#tuberculosis#tuberkulosis

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Menu Satu Hari Ramadhan untuk Remaja

Ramadhan telah tiba, saatnya berpuasa. Meskipun berpuasa, aktivitas harian tetap berlangsung tidak terkecuali bagi remaja. Remaja berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 t

Anita Rachmatun Nikmah