Olahan Fermentasi dan Manfaatnya untuk Tubuh
Halo NutriCiers!
Fermentasi merupakan suatu proses pengolahan pangan yang digunakan untuk memperpanjang massa simpan dan meningkatkan kualitas produk. Beberapa manfaat yang dihasilkan dari makanan atau minuman fermentasi adalah meningkatkan rasa dan aroma, memperkaya kandungan gizi, memperpendek waktu masak, memberikan manfaat Kesehatan dan dapat dikategorikan sebagai pangan fungsional.
Berikut contoh makanan minuman fermentasi serta manfaat nya:
1. Tempe
Tempe merupakan olahan kedelai yang difermentasi menggunakan jamur Rhizopus sp, pada proses fermentasi tempe protein dapat menurunkan kandungan asam fitat, sehingga yang awalnya asam fitat dapat menghambat proses metabolism karbohidrat berubah menjadi pengatur metabolism karbohidrat dan mencegah terjadinya peningkatan gula darah, tentunya hal ini sangat bermanfaat untuk penderita diabetes mellitus. Selain itu tempe juga memiliki kandungan isoflavon yang merupakan antioksidan yang berberan penting sebagai zat anti kanker dan dapat menurunkan kadar lemak darah atau kolesterol total LDL.
2. Yogurt
Merupakan hasil fermentasi dari susu oleh bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kandungan probiotik dalam yoghurt dapat membunuh bakteri jahat yang terdapat dalam saluran cerna. Proses fermentasi menguraikan laktosa menjadi asam laktat sehingga kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh orang dengan intoleransi laktosa dan lansia.
3. Tapai
Singkong dan beras ketan biasa digunakan untuk bahan dasar pembuatan tapai, mikroorganisme yang biasa ditambahkan yaitu golongan yeast Candida sp., Endomycocsis sp., Hansenula sp., dan Saccharomyces sp. Mikroorganisme tersebut tergolong amilotelik, sakarolitik dan alkoholitik sehingga menghasilkan rasa asam, manis dan alkoholis. Selama fermentasi kandungan protein tapai meningkat dan mengandung vitamin B1. Salah satu fungsi vitamin B1 dalam tubuh adalah sebagai koenzim tiamin pyrophosphate (TPP) yang mengkatalis karbohidrat, lemak, atau protein untuk menghasilkan energi.
4. Tempoyak
Tempoyak adalah sejenis makanan fermentasi spontan tradisional yang dibuat dari durian oleh mikroorganisme liar. Proses pembuatannya yaitu mencampurkan daging buah durian dengan atau tanpa garam dan dibiarkan berfermentasi dalam kondisi anaerob pada suhu kamar selama seminggu atau sepuluh hari. Rasa asam tempoyak dikaitkan dengan asam yang dihasilkan oleh Bakteri Asam Laktat (BAL) selama fermentasi. Makanan/minuman yang mengandung BAL dapat meningkatkan keseimbangan mikroflora usus dan mampu bertahan hidup dalam keasaman lambung sehingga dapat menempati usus dalam kuantitas yang cukup besar. Oleh karena itu dapat mencegah gangguan pencernaan seperti tipes, diare, dan disentri.
Wah, ternyata banyak ya olahan fermentasi yang bermanfaat untuk tubuh. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi dan piilih makanan paling tepat untuk tubuh dan kondisimu.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
