Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Hubungan Alergi Makanan dengan Asma

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Hubungan Alergi Makanan dengan Asma
Hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan langsung antara alergi makanan dengan asma, tetapi beberapa penelitian telah mengarah pada kemungkinan tersebut.
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/allergic-diseases-abstract-concept-vector-illustration-atopic-allergy-severe-reaction-antihistamines-therapy-allergic-disease-treatment-skin-rash-dermatology-clinic-abstract-metaphor_11666933.htm#page=1&query=asthma&position=13

Halo Nutriciers!  

Saat ini, asma merupakan penyakit yang sudah tidak asing didengar oleh masyarakat. Hal inilah membuktikan bahwa asma masuk dalam 10 besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Asma terjadi karena adanya inflamasi kronis saluran napas yang menyebabkan wheezing berulang, sesak napas, dada berasa ditekan dan batuk pada malam atau menjelang pagi hari. Asma dapat disebabkan oleh genetik dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan utamanya yang terlibat yaitu makanan dan debu,selain itu faktor sosioekonomi ternyata berpengaruh pada kejadian asma.Berdasarkan RISKESDAS terjadi penurunan prevalensi asma dari 4.5% pada tahun 2013 menjadi 2.4% pada tahun 2018. Data lain memaparkan bahwa terdapat 7.2% orang menderita asma di dunia dimana 6% yaitu dewasa dan 10% yaitu anak-anak, angka ini akan terus meningkat sebanyak 50% dalam sepuluh tahun terakhir.

Tingkat keparahan asma dibagi menjadi tiga yaitu yang pertama ringan dimana gejala muncul lebih dari dua kali semingu dan eksaserbasinya hanya mempengaruhi aktivitas harian pasien, kedua yaitu sedang dimana gejala muncul harian dan eksaserbasinya mulai mempengaruhi aktivitas pasien sehingga membutuhkan obat, ketiga yaitu asma berat dimana pasien menunjukkan gejala peresisten dan keterbatasan aktivitas fisik karena eksaserbasi yang sering.

Alergi makanan terjadi akibat respon imun spesifik akibat jenis makanan tertentu. Prevalensi alergi makanan pada anak sebanyak 6% dengan jenis makanan seperti susu sapi,telur ayam,susu kedelai,kacang,gandum dan ikan,dan pada dewasa sebanyak 3-4% dengan jenis makanan kacang dan ikan. Gejala yang sering kali muncul ketika alergi dimulai dari yang ringan seperti gatal hingga alergi sistemik berupa anafilaksis. Alergi makanan adalah bagian dari reaksi hipersensitivitas,dimana terjadi reaksi imun berlebih yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Rata-rata alergi makanan karena adanya reaksi hipersensitivitas tipe I yang diperankan oleh antibodi IgE spesifik,namun juga dapat terjadi non IgE.

Pada seseorang yang memiliki asma memiliki risiko mengalami anafilaksis akibat alergi makanan yang dapat mengancam nyawa. Alergi makanan diketahui tidak sebagai pencetus asma walaupun sebuah penelitian memaparkan bahwa alergi makanan merupakan pencetus bronkokontriksi pada anak. Terdapat penelitian yang membuktikan antigen makan mampu memicu hiperreaktivitas bronkial, snafilaksis sering dialami oleh wanita terutama pada fase remaja akhir hingga pertengahan 30 tahun. Atopic atau allergic March kadang berhubungan dengan intoleransi makanan atau alergi makanan yang akhirnya dapat menjadi asma.

Dapat disimpulkan bahwa asma tidak berhubungan langsung dengan alergi makanan. Untuk saat ini, belum ada penanganan khusus antara alergi makanan dengan asma. Salah satu solusi agar tidak memperparah alergi makanan pada seseorang yaitu dengan mengenali makanan apa saja yang dapat menyebabkan alergi.

Salam Gizi, Sehat berkualitas!

Tag:#alergi#anafilaksis#Asma#lingkungan#makanan

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Moms, Yuk Ajak si Kecil untuk Tetap Aktif!

Aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan fisik, emosional, sosial, perkembangan kognitif, dan mencegah obesitas pada balita Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/preschooler-girls-ridi

Anisa Gita Ayu Sekarini