Sosial Media, Adakah Pengaruhnya Bagi Kesehatan Kaum Wanita?
Hai NutriCiers!
Sosial media sudah menjadi rutinitas bagi hampir setiap kalangan. Menurut hasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2017), persentase populasi pengguna internet di Indonesia yang tertinggi adalah pada kelompok umur 19-34 tahun (74.23%). Sebuah studi memaparkan bahwa remaja wanita lebih sering menggunakan media sosial daripada laki-laki. Wanita sangat peka terutama untuk urusan penampilan/citra tubuh, karena itulah media sosial menjadi lebih rentan dalam memberikan dampak negatif yang mampu mempengaruhi pola pikir suatu individu, khusunya kaum wanita.
Media sosial bagi beberapa kaum wanita menjadi ajang untuk menunjukan diri baik dalam hal kecantikan, gaya hidup, penampilan dan lain sebagainya. Sebagian wanita pun merasa tidak percaya diri sehingga menimbulkan tekanan sosial dengan adanya standar kecantikan khusus yang dianggap 'ideal' oleh masyarakat. Standar kecantikan ini biasanya disamakan dengan para influencer/aktris. Karena itu, muncul istilah body dissatisfaction dimana individu merasa adanya perbedaan tentang tubuhnya dengan persepsi individu lain dan hal ini dianggap penting.
Banyak individu yang akhirnya berlomba-lomba memperbaiki dirinya agar sesuai dengan citra tubuh yang dianggap ideal, yang bisa jadi berdampak buruk salah satunya terkait masalah gizi dan kesehatan. Mengubah pola makan seringkali menjadi alternatif untuk memperbaiki citra tubuh, yang mana apabila disertai dengan obsesi dan kekhawatiran ekstrim dapat berujung pada gangguan perilaku makan atau eating disorder seperti Anorexia Nervosa (AN) dan Bulimia Nervosa (BN).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa lebih menerima dan mencintai diri sendiri sehingga terhindar dari dampak buruk sosial media, diantaranya :
- Self Love
Ternyata self love atau mencintai diri sendiri merupakan salah satu cara ampuh mengurangi kecemasan, dimana saat kita sudah menerapkan ini kita akan lebih banyak bersyukur dan bangga dengan diri kita sendiri.
- Lingkungan yang positif
Selain dari diri sendiri, lingkungan juga sangat berpengaruh. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menyaring lingkungan sekitar dan memilih lingkungan yang positif agar dapat berdampak baik bagi kesehatan mental kita.
- Aktivitas fisik
Aktivitas fisik seperti berolahraga diketahui dapat meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, serta sekresi endorfin yang bisa meningkatkan kebahagiaan sehingga timbul rasa kesejahteraan psikologis.
- Pilih jenis makanan
Makanan yang baik untuk tubuh adalah makanan yang mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Pentingnya menghargai diri sendiri sebagai faktor utama agar terhindar dari kecemasan dan tekanan akibat sosial media. Cintailah dirimu sendiri, tanpa harus bergantung dengan pendapat orang lain.
Salam gizi, sehat berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
