Stimulasi Oromotor, Kunci Sukses Pemberian MPASI
Halo NutriCiers!
Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan kalori dan nutrisi harian sehingga perlu diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk mencegah adanya masalah gizi. Salah satu tanda bayi siap menerima MPASI adalah kesiapan fisiknya dengan menunjukkan kemampuan oromotornya. Yaitu sudah dapat duduk dengan kepala tegak, bisa mengkoordinasikan mata, tangan, dan mulut untuk menerima makanan, dan mampu menelan makanan padat.
Oromotor atau oral motor merupakan dasar ketrampilan makan yang mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak otot dari oral cavity (rongga mulut). Bagian-bagian yang masuk dalam sistem oromotor antara lain rahang, gigi, lidah, langit-langit mulut, bibir, pipi, serta koordinasi gerak antar-organ-organ rongga mulut. Gerakan dan koordinasi antar organ dalam rongga mulut ini dibutuhkan dalam proses menelan dan mengonsumsi berbagai tekstur makanan. Bayi berusia lebih dari 6 bulan akan mampu mengunyah dan menelan makanan yang bertekstur lebih padat dan kental dibandingkan dengan ASI, serta bayi terlihat mampu memindahkan makanan dari depan ke belakang di dalam mulut.
Gangguan oromotor yang mengganggu proses mengunyah dan menelan dialami sekitar 25% pada anak normal dan 80% pada anak dengan gangguan perkembangan. Kematangan oromotor umumnya terjadi sekitar 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya. Stimulasi oromotor berkaitan dengan perkembangan ketrampilan makan anak sejak usia dini. Efek kurangnya stimulasi oromotor, anak dapat menjadi picky eater (perilaku pilih-pilih makanan) hingga gangguan terhadap kemampuan makan dan kemampuan bicara. Masalah gizi juga dapat muncul ketika anak mengalami kesulitan mengunyah dan menelan.
Stimulasi oromotor dapat dilakukan dengan cara:
- Merangsang dengan makanan
Pemberian tekstur dan konsistensi yang tepat dan bertahap seiring bertambahnya usia sebagai stimulasi ketrampilan oromotor yang optimal pada usia 6-9 bulan. Jika pada usia 6-9 bulan tidak dilatih makan dengan tekstur yang semakin kasar dan padat, di usia selanjutnya bayi hanya dapat mengonsumsi makanan cair atau halus saja sehingga tidak mampu menerima makanan keluarga.
- Merangsang dengan alat bantu
Dengan menggunakan alat bantu, umumnya teether, anak dapat mempertajam sensor oromotornya untuk belajar tentang ukuran, bentuk, tekstur, dan rasa. Alat bantu ini juga dapat berupa makanan keras yang tidak mudah patah, seperti biji mangga, bonggol nanas, batang jagung, tulang paha ayam, dan asparagus.
Maka dari itu, stimulasi oromotor penting untuk diberikan kepada anak sebagai penunjang perkembangan ketrampilan kemampuan makan anak saat MPASI. Sehingga ketika anak mampu mengonsumsi makanan dengan baik, anak mendapatkan gizi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi. yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi anak!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
