Benarkah Konsumsi Kopi Berpotensi Menyebabkan Anemia pada Ibu Hamil?
Hai, NutriCiers!
Sudah setahun lebih lamanya Covid-19 menyerang seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pandemi Covid-19 telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita semua, salah satunya adanya kebijakan WFH (Work From Home) yang mengharuskan melakukan segala pekerjaan dirumah. Suasana rumah yang santai membuat kita semua mencari cara untuk dapat menyelesaikan pekerjaan agar efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi kopi.
Kopi merupakan salah satu sumber kafein yang dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, serta energi sehingga banyak masyarakat yang mengkonsumsi kopi untuk menemani aktivitas sehari-hari. Namun, tahukah NutriCiers bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan? Terutama pada Ibu hamil.
Anemia merupakan suatu kondisi dimana terjadinya penurunan kapasitas darah yang membawa oksigen karena jumlah sel darah merah kurang dari normal. Menurut WHO, 40% kematian Ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan disebabkan oleh anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Zat besi dapat berasal dari makanan seperti daging, hati, telur, sayuran hijau dan buah- buahan. Selama kehamilan, terjadi peningkatan energi dan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, serta perubahan komposisi dan metabolisme tubuh. Ibu hamil cenderung terkena anemia saat memasuki trimester III karena janin menimbun cadangan zat besi sehingga kebutuhan akan zat gizi Ibu juga meningkat.
Kopi memberikan pengaruh terhadap penyerapan zat besi
Kopi memang memiliki manfaat dalam peningkatan konsentrasi dan manfaat lainnya, namun faktanya salah satu zat dalam kopi, yaitu tanin, menyebabkan terhambatnya penyerapan zat besi dalam tubuh. Tanin akan mengikat beberapa logam seperti zat besi, kalsium, dan aluminium. Oleh karena itu, senyawa besi dan kalsium yang terdapat pada makanan sulit diserap tubuh sehingga menyebabkan penurunan zat besi.
Minum kopi akan mempengaruhi bioavabilitas zat besi dan akan memperburuk anemia pada Ibu hamil, dimana kebutuhan fisiologis meningkat atau asupan zat besi tidak stabil selama kehamilan. Kondisi anemia pada Ibu hamil dapat meningkatkan risiko kematian saat melahirkan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, janin dan Ibu mudah terkena infeksi, keguguran, dan meningkatkan risiko bayi lahir prematur.
Lalu, apakah solusinya?
Efek kopi yang menghambat penyerapan zat besi sebagian dapat diatasi dengan asupan makanan kaya akan vitamin C dan makanan hewani secara bersamaan. Penyerapan zat besi yang bersumber dari produk hewani akan dibantu oleh vitamin C. Selain itu, Ibu hamil harus membatasi serta menghindari konsumsi kopi selama kehamilan.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
