Kenali Alergen dari Makanan dan Pengaruhnya pada Penderita Asma
Halo NutriCiers!
Setiap tanggal 5 Mei, seluruh dunia memperingati Hari Asma. Dalam memperingati Hari Asma, kita akan sedikit membahas mengenai penyakit asma. Sobat NutriCiers pasti tidak asing dengan penyakit Asma. Apabila diantara Sobat NutriCiers ada yang menderita asma, jangan lewati informasi berikut ya!
Penyakit asma menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia yang mampu secara signifikan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Penyakit asma dapat diderita anak-anak hingga dewasa dan prevalensinya terus meningkat tiap tahunnya (4). Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang menyebabkan penderitanya menderita sesak napas, merasakan tekanan pada dada, serta batuk pada malam hari atau menjelang pagi.
Faktor risiko penyakit asma ada dua, yaitu faktor host dan faktor lingkungan. Faktor yang berasal dari host misalnya genetik, sedangkan faktor lingkungan misalnya alergen, asap rokok, polusi udara, lingkungan kerja. Alergen dari makanan yang dapat menjadi faktor risiko dari asma antara lain seafood, telur, coklat, kacang-kacangan terutama kacang tanah, serta minuman beralkohol atau minuman bersoda. Di satu sisi alergi makanan seringkali tidak terdiagnosis, sehingga pasien asma seringkali tidak sadar apabila memiliki alergi terhadap makanan tertentu.
Alergen dari makanan dapat menyebabkan kondisi asma melalui 2 jalur, yaitu jalur imunologis dan jalur non alergik. Jalur imunologis didominasi oleh IgE dan jalur saraf autonom. Pada jalur IgE, alergen yang masuk akan ditangkap oleh APC (Antigen Presenting Cells). Kemudian APC akan berkoordinasi dengan sel Th (T helper) yang akan melepaskan interlukin atau sitokin agar sel plasma membentuk IgE, serta sel-sel radang lain seperti mastosit, makrofag, sel epitel, eosinofil, neutrofil, trombosit serta limfosit untuk mengeluarkan mediator radang. Mediator-mediator radang seperti histamin akan menyebabkan peningkatan permeabilitas dinding vaskular, edema pada saluran napas, infiltrasi sel radang, peningkatan sekresi mukus serta fibrosis sub epitel yang menimbulkan hiperaktivitas pada saluran napas. Jalur kedua yaitu jalur non alergik akan merangsang sistem saraf autonomi. Hasilnya muncul kondisi penyempitan saluran napas yang berdampak pada kondisi asma.
Lalu bagaimana cara untuk mencegah asma yang kambuh akibat alergen dari makanan?
Langkah paling penting adalah kenali alergen. Langkah berikutnya adalah hindari paparan alergen. Selain itu, penggunaan terapi anti-histamin dan injeksi imunoterapi juga menjadi langkah tepat untuk mencegah asma yang kambuh akibat alergen dari makanan.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
