Sumber Nutrisi dari Makanan yang dapat Menjadi Pilihan bagi Penderita Hemofilia
Hai, NutriCiers!
Tahukah kalian penyakit genetik yang disebut hemofilia?
Hemofilia merupakan penyakit kelainan genetik yang ditandai kurangnya faktor pembeku darah sehingga darah sukar membeku jika terjadi luka atau cedera pada tubuh. Penderita hemofilia biasanya mengalami pendarahan lebih lama, dari ringan sampai berat. Pada kasus yang parah, hemofilia dapat menyebabkan kematian karena kehabisan darah.
Seberapa penting faktor dan proses pembekuan darah bagi tubuh?
Pembekuan darah merupakan proses dimana darah mengental atau membeku. Proses tersebut berfungsi mencegah luka atau cedera lain dari pendarahan tanpa henti. Faktor pembekuan darah inilah yang akan membantu darah untuk menggumpal. Namun, penderita hemofilia tidak memiliki faktor pembekuan yang cukup. Faktor pembekuan yang terlibat pada kasus hemofilia adalah Faktor VIII, Faktor IX dan Faktor XI yang akan membedakan tipe dari penyakit hemophilia.
Akibat dari pendarahan yang terjadi pada penderita hemofilia
Penderita hemofilia biasanya rentan mengalami pendarahan pada persendian, otot, hingga organ lainnya sehingga mempengaruhi aktivitas fisik sehari-hari. Selain itu, berdasarkan penelitian IJHOSCR, dinyatakan bahwa kadar mineral (Zn, mg, dan fosfor) dan vitamin D pada penderita hemofilia yang jarang beraktivitas fisik lebih rendah. Hal ini lebih sering ditemukan pada anak-anak karena umumnya para orang tua membatasi aktivitas, mengingat risiko dari pendarahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga anak kurang mendapat paparan sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D. Kurangnya aktivitas fisik pada penderita hemofilia memberikan pengaruh pada kesehatan tubuh sehingga memiliki kemungkinan terkena osteoporosis dan obesitas. Selain itu, vitamin D, Zn, dan Mg sangat penting dalam metabolisme tulang dan sintesis matriks tulang.
Maka dari itu, penderita hemofilia memerlukan dukungan nutrisi dari makanan sehari-hari untuk mempertahankan kesehatannya.
Tips diet sehat untuk penderita hemofilia
- Perbanyak konsumsi buah dan sayuran berdaun hijau gelap serta buah dan sayur berwarna oranye yang merupakan sumber vitamin dan mineral baik.
- Memilih produk susu rendah lemak, susu skim yang merupakan sumber vitamin dan mineral serta kalsium yang baik.
- Menghindari makanan cepat saji (tinggi gula dan lemak) karena dapat menyebabkan kerja hati yang berlebihan.
- Makanan kaya zat besi seperti hati, daging merah tanpa lemak, unggas, sayuran berdaun hijau, brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, dan kismis.
- Menggabungkan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi bagi tubuh seperti jus jeruk.
Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan soal nutrisi penderita hemofilia, NutriCiers!
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
