Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Susu untuk Osteoporosis, Masihkah Berpengaruh?

Ditulis oleh Anita Rachmatun Nikmah2 menit baca
Susu untuk Osteoporosis, Masihkah Berpengaruh?
Susu berperan dalam menurunkan resiko osteoporosis bukan pada pengobatan osteoporosis
Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-photo/cut-view-blonde-woman-standing-drinking-cup-organic-milk-she-is-enjoying-that-isolated-white_6737970.htm

Hai NutriCiers!

Sering lelah dan pegal membuat anda khawatir terkena osteoporosis? Osteoporosis atau yang sering disebut “tulang keropos” merupakan hal yang sering kita dengar bahkan banyak muncul di iklan-iklan televisi. Osteoporosis terjadi karena adanya pengurangan massa tulang sehingga tulang lebih lemah dan rawan patah, serta ketika dilihat melalui mikroskop akan terlihat seperti sarang lebah yang berongga. Hal ini bisa terjadi karena rendahnya kalsium akibat post-menopause.

Susu merupakan asupan yang sering direkomendasikan untuk mencegah dan mengobati osteoporosis ini. Bahkan iklan mengenai osteoporosis banyak yang menawarkan produk satu ini. Seberapa berpengaruhkah susu bagi penderita osteoporosis? Mari kita ulas bersama.

Susu khususnya susu sapi mengandung tinggi zat gizi yang baik untuk tulang dan otot, seperti energi, protein, kalsium, fosfor serta tambahan vitamin riboflavin, B12 dan mineral lainnya. Beberapa penelitian di negara maju seperti Swedia, US dan Norwegia menyebutkan walaupun susu mengandung kalsium, hal itu tidak membuktikan adanya pengaruh pada osteoporosis. Lantas bagaimana dengan klaim produk susu untuk penderita osteopororsis?

Kita harus mengetahui bahwa osteoporosis banyak terjadi pada proses penuaan dan menopause. Seiring bertambahnya usia, proses pembentukan tulang oleh kalsium semakin sedikit dan lebih banyak penyerapan kalsium oleh tubuh sehingga cadangan kalsium pada tulang semakin berkurang. Begitu juga dengan wanita menopause yang mengalami penurunan hormon estrogen. Rendahnya konsumsi kalsium dapat mengurangi rata-rata pertumbuhan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Konsumsi susu atau produk olahan susu dapat memberikan pengaruh yaitu menurunkan resiko osteoporosis bukan pada pengobatan osteoporosis. Selain produk susu, pencegahan osteoporosis juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam dan daun kelor. Pengolahan pada bahan makanan sumber kalsium ini dapat dilakukan dengan proses perebusan, proses ini tidak mengurangi kadar kalsium pada bahan makanan tersebut.

Alangkah lebih baik jika kita menjaga diri dari osteoporosis dengan “menabung” kalsium dalam tulang kita sebelum terlambat, NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#dewasa#Healthy#kesehatan#makanan#menopause#mineral#persiapan#tubuh#tulang#vitamin

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Mengapa Bisa Terjadi Karies Gigi?

Gemar mengonsumsi makanan manis tanpa menjaga kebersihan gigi dapat menyebabkan karies gigi. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/women-who-are-against-candy-isolated-white-background_397

Shabrina Olivia Mumtaz

Tips Olahraga bagi para Lansia!

Melakukan aktivitas fisik yang minim pergerakan sesuai kondisi kesehatan dan usia dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan serta mencegah cedera Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-phot

Anisa Gita Ayu Sekarini