Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Kenali Pengaturan Makan Tepat Guna Meminimalisir Terjadinya Anemia

Ditulis oleh Zulaikhah Atyas Permatasari2 menit baca
Kenali Pengaturan Makan Tepat Guna Meminimalisir Terjadinya Anemia
Konsumsi makanan beragam memenuhi gizi seimbang terutama sumber makanan zat besi, mengatur waktu makan dan meminum tablet penambah darah.

Hai NutriCiers, tahukah kamu anemia terutama pada wanita ternyata masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan kategori berat menurut klasifikasi WHO. Anemia memiliki dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan perempuan di Indonesia.  Salah satu target sasaran pencegahan anemia adalah remaja dan wanita usia subur. Remaja dan wanita usia subur merupakan agen perubahan gizi yang potensial di Indonesia karena berperan dalam memotong rantai malnutrisi antargenerasi terutama kelak akan menjadi seorang ibu. Penyebab langsung dari masalah anemia diantaranya adalah ketidakcukupan asupan gizi dibandingkan kebutuhan. . Oleh karena itu menerapkan pengaturan makan secara tepat menjadi salah satu poin penting yang dapat dilakukan guna meminimalisir risiko terjadinya anemia.

Dapat dikatakan bahwa diet yang buruk diketahui menjadi salah satu faktor risiko anemia. Studi menunjukan bahwa remaja dengan skor kualitas diet dan keberagaman makanan yang rendah ternyata berpengaruh terhadap terjadinya anemia. Konsumsi beberpa sumber lauk hewani seperti daging sapi, daging ayam, dan ikan lebih rendah memiliki hubungan signifikan dengan anemia. Tidak hanya itu, individu dalam hal ini remaja yang melewatkan waktu makan malam diketahui memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami anemia. 

Tidak hanya kualitas diet dan kebiasaan skipping meal,  pola makan disebut  berkaitan dengan anemia. Individu dengan skor pola makan barat (western pattern) tinggi dikarakteristikan dengan tingginya konsumsi minuman manis  kemasan, camilan/snack  asin, lemak jenuh, sandwich, makanan cepat saji (fastfood), dan serealia/umbi menunjukan prevalensi anemia yang lebih tinggi pula. Hubungan terhadap terjadinya anemia meningkat seiring dengan adanya kebiasaan mengkonsumsi teh dan kopi setelah makan serta sering mengkonsumsi makanan cepat saji.

Mengingat akan pentingnya peranan pengaturan makan secara tepat terhadap terjadinya anemia, maka NutrCiers dapat menerapkan hal berikut :

  1. Konsumsi makanan beragam memenuhi gizi seimbang terutama sumber makanan zat besi (seperti: hati ayam, kerang, bayam, daging sapi), folat (tahu, kacang tanah, brokoli, tempe), B12 (seperti:nori, ikan kembung/makarel, kuning telur, susu sapi), protein, dan vitamin C (seperti:jambu biji, papaya, jeruk).  Berbagai zat gizi tersebut saling berintegrasi dalam pembentukan sel darah merah sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya anemia melalui asupan gizi optimal
  2. Minum tablet tambah darah (TTD) secara rutin. Berdasarkan program pemerintah TTD diminum secara teratur sebanyak 1 tablet setiap minggu. Dosis ini telah disesuaikan dengan kebutuhan remaja putri  dan wanira usia subur sebagai upaya pencegahan anemia
  3. Atur frekuensi makan secara teratur dengan tidak melewatkan waktu makan (skipping meal)
  4. Sebagai opsi, NutriCiers juga dapat memilih beberapa makanan/minuman dipasaran yang telah difortifikasi oleh zat besi. Fortifikasi disebut sebagai strategi menjanjikan dalam menurunkan prevalensi anemia.

Salam Gizi Sehat Berkualitas!

Tag:#anemia#pola asupan makanan

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Menjaga Kesehatan Ginjal, Mudah Tidak Sih?

Menjaga kesehatan ginjal dengan olahraga, memeriksa kesehatan berkala, mengkonsumsi air putih dan makanan secukupnya Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/gradient-kidney-day-illustration

Annisaa Fairuz Tyara