Lewati ke konten
NutriClinic
Issues

Benarkah Sarapan Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Zat Besi Pada Remaja?

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Benarkah Sarapan Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Zat Besi Pada Remaja?
Sarapan memiliki fungsi penting dalam pemenuhan asupan zat besi, yang mana dapat menurunkan resiko remaja untuk bisa terhindar dari penyakit anemia defisiensi zat besi.
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/people-healthy-food_5595316.htm#page=1&query=women%20eat&position=2 

Halo Nutriciers!

Remaja merupakan kondisi anak yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini terjadi sangat pesat baik secara fisik, mental maupun fungsi organ. Pada masa ini remaja putri mengalami perkembangan sistem reproduksi seperti terjadinya menstruasi sehingga remaja putri lebih rentan terkena anemia daripada laki-laki. Prevalensi anemia menurut RISKESDAS tahun 2018 proporsi anemia pada perempuan (27,2%) lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki (20,3%) yang terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun.

Prevalensi anemia merupakan suatu indikator bahwa status gizi dan status kesehatan di suatu negara tersebut buruk. Anemia yang sering terjadi pada remaja putri disebabkan karena kekurangan zat besi yang disebut dengan anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi menjadi 10 besar penyakit yang berdampak secara global. Bahaya dari anemia defisiensi besi pada remaja yaitu menurunnya fungsi kognitif (IQ), mempengaruhi perkembangan fisik, keterampilan berbahasa, keterampilan motorik dan ketahanan fisik.

Anemia defisiensi besi dipengaruhi oleh faktor status gizi yang berkaitan dengan pola makan yang membuat asupan zat besi menjadi berkurang. Kekurangan Hb darah menyebabkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Untuk itu dibutuhkan pemenuhan dan peningkatan asupan zat gizi. Salah satu pemenuhan asupan gizi dengan mengatur pola makan seperti sarapan. Sarapan merupakan kegiatan mengonsumsi makanan pokok beserta lauk pauk mulai dari bangun pagi sampai jam 10 pagi.

Tujuan sarapan adalah untuk memenuhi kebutuhan energi sebesar 20-25% dari kebutuhan energi total dalam sehari. Sarapan merupakan waktu yang penting bagi remaja karena prinsip dasar sarapan adalah memenuhi kebutuhan energi setelah berpuasa dari makan malam dalam tidur sampai bangun. Ketika remeja melewatkan sarapan maka mereka tidak dapat mengganti energi yang hilang. 

Konsumsi makanan untuk sarapan agar terhindar dari anemia bagi remaja putri yaitu dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi. Sumber zat besi dalam makanan berikatan dengan protein pada protein yang berasal dari hewan (heme) dan zat besi dalam bentuk senyawa organik kompleks pada protein yang berasal dari tumbuhan (non-heme). Zat besi pada protein yang berasal dari heme dapat dikonsumsi dari daging, ikan, hati, telur,dan susu. Sedangkan zat besi pada protein yang berasal dari non-heme dapat dikonsumsi dari makanan kacang-kacangan (kacang kedelai) , sayuran daun hijau, buah-buahan, dan serealia.

Untuk itu pentingnya sarapan dalam pemenuhan asupan zat besi dapat menurunkan resiko remaja putri terhindar dari anemia zat besi. Jangan lewatkan sarapanmu agar sehat dan semangat

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anemia#anemia defisiensi besi#Healthy#Information#protein#remaja#Sarapan#zat besi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Manfaat Gingerbread bagi Kesehatan

Gingerbread memiliki manfaat dalam kesehatan seperti efek pelindung dalam gangguan pernapasan, mengurangi mual dan muntah, efek antidiabetes dan melindungi saraf. Sumber gambar: https://www.freepik.co

Shabrina Olivia Mumtaz