Serba-Serbi Fase MPASI, Penting di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak
Halo NutriCiers!
Fase makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan salah satu fase penting dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. Melalui fase ini, anak akan banyak belajar mengenal rasa, tekstur dan varian makanan serta cara mengunyah dan menelan. Pemberian MPASI yang tepat juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan menunjang pertumbuhan secara optimal. Manfaat pemberian MPASI untuk anak:
- sumber energi
- mendukung perkembangan otak dan fisik anak
- mengenalkan rasa, tekstur dan varian makanan
- melatih cara mengunyah dan menelan
Kapan waktu tepat MPASI?
Berhati-hati untuk memulai pemberian MPASI sangatlah penting. Pemberian MPASI yang terlalu dini dapat meningkatkan risiko tersedak, luka pada usus, diare dan obesitas akibat organ pencernaan yang belum siap menerima makanan. Namun, pemberian MPASI yang terlalu terlambat dapat menyebabkan anak kekurangan gizi dan membuatnya semakin malas untuk mencoba makanan selain susu. Idealnya, MPASI diberikan ketika menginjak usia 6 bulan, biasanya usia ini adalah saat dimana ASI eksklusif sudah tak lagi mencukupi kebutuhan energi dan gizi anak yang kian bertambah seiring pertumbuhannya. Organ pencernaan anak pun berkembang, sehingga sudah siap menerima makanan padat secara perlahan dan bertahap.
Diperbolehkan MPASI jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda fisik kesiapan makan, di antaranya:
- mampu duduk sendiri
- mampu menegakkan kepala dan leher
- mampu mengambil, memasukkan, menahan dan
- menelan makanan dalam mulut
- tampak tertarik pada makanan
Namun, perlu diingat, fase MPASI biasanya memiliki tantangan tersendiri. Anak yang sudah terbiasa menerima ASI selama 6 bulan tentu tidak bisa langsung terbiasa menerima makanan padat. Proses pemberian MPASI memang perlu dilakukan secara perlahan dan bertahap. Mulai dari tekstur, jumlah dan frekuensi makanan, setiap ibu dan anak akan belajar pada waktunya sendiri.
Tekstur anjuran untuk MPASI
Panduan sesuai dengan anjuran WHO:
- 6 bulan dimulai dengan bubur lumat. Tidak terlalu cair. Cara mengeceknya : saat sendok dimiringkan, bubur tidak langsung jatuh.
- 9-12 bulan makanan dicincang, nasi sudah bisa pakai nasi tim atau nasi lembek. Perlahan ditingkatkan hingga usia 12 bulan tidak perlu ditumbuk tapi cukup dicincang kasar.
- >12 bulan tekstur sama dengan dewasa, hanya potongan lebih kecil. Harus sudah bisa makan nasi dan makanan keluarga.
Frekuensi Makan Fase MPASI
- 6 bulan awal MPASI (1-2 minggu) : 2-3x makan
- 6-9 bulan : 4x makan -- 2x makan besar + 2 snack atau 3x makan besar + 1 snack
- 9-12 bulan : 5x makan -- 3x makan besar + 2 snack atau 4x makan besar + 1 snack
- >12 bulan : sama seperti 9-12 bulan
Namun, pada fase ini jika tidak sesuai dengan kondisi ideal, kita tidak perlu resah berlebihan, silahkan disesuaikan dengan kondisi anak masing-masing. Asalkan kita tetap memantau kesehatan anak. Pastikan proses makan selalu fun!
Komposisi Gizi Penting MPASI
Menu MPASI sebaiknya menggabungkan berbagai sumber bahan makanan yang bervariasi, namun pada umumnya komposisi makanan yang seimbang meliputi:
- Karbohidrat: nasi, bihun, singkong, ketan, ubi, kentang, oat, pasta, jagung,dll
- Protein hewani: Ikan, ayam, daging, telur, udang, ati, keju,dll
- Protein nabati: Tahu, tempe, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai, kacang ijo, edamame, kecambah, buncis, dll
- Sayur/buah: Bayam, wortel, kacangpanjang, brokoli, pakcoy, sawi, labu siam, dll. Paya, mangga, jambu, nanas, pisang, alpukat, dll.
- Lemak baik: virgin coconut oil (vco), minyak kelapa, extra virgin olive oil (evoo), extra light olive oil (eloo), santan, unsalted butter (UB), minyak wijen, margarin, minyak kelapa sawit/minyak goreng, minyak nabati (canola, kedelai, jagung), dll
Takaran Porsi MPASI
Mengutip sumber rekomendasi takaran bahan makanan MPASI dari Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum., agar lebih mudah, kita bisa tentukan dengan ukuran tangan bayi untuk membuat MPASI:
- Karbohidrat sebanyak kepalan tangan bayi
- Protein sebanyak telapak tangan bayi
- Buah & sayur bagi bayi berikan secukupnya untuk perkenalan.
- Lemak baik dapat ditambahkan langsung 2 sdt - 1 sdm per porsi makan atau sebanyak satu ibu jari.
Jangan lupa tetap perhatikan anjuran makan Isi Piringku Rekomendasi Kemenkes RI diterapkan sesuai dengan usia anak.
Pemberian Garam, Gula dan Bumbu pada MPASI
- Asupan garam harian bayi tidak boleh melebihi 370 mg/ hari
- Asupan gula seharusnya hanya sekitar 100 kalori setiap hari.
- Bumbu masakan secara umum boleh dipergunakan sebagai penambah cita rasa, namun perlu diperhatikan reaksi anak.
Mengukur asupan garam, gula dan bumbu masakan secara tepat memang terasa cukup sulit, maka coba masakan dirasakan oleh kita terlebih dahulu sebelum diberikan pada bayi. Prinsipnya “not too salty, not too sweet”.
Itu dia serba-serbi fase MPASI yang perlu kita ketahui, namun harus diingat, kunci saat mewati fase ini adalah tetap bersabar dan lakukan proses pemberian MPASI secara perlahan dan bertahap agar anak menganggap aktivitas baru ini sebagai hal yang menyenangkan, bukan sebuah tekanan. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi anak!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
