Lewati ke konten
NutriClinic
Issues

Hoax Terkait COVID-19 dan Gizi: Bagaimana Penjelasan Ilmiahnya?

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Hoax Terkait COVID-19 dan Gizi: Bagaimana Penjelasan Ilmiahnya?
Tidak ada satu jenis makanan yang dapat mencegah penularan dan mengobati COVID-19. Namun, konsumsi makanan bergizi seimbang sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh

Halo NutriCiers!

Bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat, ya!

Sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi, telah bermuculan berbagai hoax di bidang gizi. Kebanyakan hoax ini mengklaim suatu makanan atau minuman tertentu dapat menangkal atau bahkan mengobati COVID-19. Yuk, kita simak penjelasan ilmiah dari beberapa hoax gizi terkait COVID-19 berikut!

1. Jambu Kristal Putih Tidak Dapat Menangkal COVID-19

Jambu kristal putih adalah varietas jambu biji yang memiliki keunggulan tidak berbiji. Beredar hoax bahwa jambu kristal putih dapat menangkal COVID-19 karena kandungan vitamin C-nya yang lebih tinggi daripada jeruk. Meski benar klaim kandungan vitamin C jambu kristal putih yang tinggi (116 mg per 100 gram buah), tetapi bukan berarti ia dapat menangkal COVID-19. Vitamin C memiliki manfaat sebagai antioksidan dan peningkat kekebalan tubuh melawan penyakit infeksi. Namun, sejauh ini tidak ada penelitian yang cukup kuat untuk mendukung hipotesis bahwa vitamin C dapat mencegah maupun mengobati COVID-19.

2. Suplemen Mikronutrien dan Minuman Herbal Tidak Dapat Mencegah atau Mengobati COVID-19

Pernahkah Anda mendapat info bahwa suplemen ataupun minuman herbal dapat mencegah dan mengobati COVID-19 di media sosial? Sayangnya, hingga saat ini tidak ada penelitian yang cukup kuat untuk mendukung kebenaran pernyataan tersebut. Mikronutrien adalah zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Mikronutrien memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung kerja imunitas tubuh. Namun, sumber terbaik mikronutrien adalah makanan gizi seimbang dibandingkan dengan suplemen. Hal ini karena zat gizi yang bersumber dari makanan lebih kompleks sehingga dapat bekerja sama dalam meningkatkan imunitas. Selain itu, suplemen yang dijual biasanya mengandung dosis yang lebih tinggi daripada kebutuhan kita. Dalam jangka panjang, ini dapat menimbulkan masalah kesehatan. Selanjutnya, kita cenderung untuk mengonsumsi minuman herbal karena kandungan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang tinggi. Meski hal itu benar adanya, sama seperti suplemen, hanya konsumsi minuman herbal sendiri tidak dapat membuat kita anti-corona.

Pada dasarnya, tidak ada satu jenis makanan yang dapat mencegah penularan dan mengobati COVID-19. Namun, konsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Yang perlu ditekankan disini, hanya mengonsumsi satu jenis makanan apapun yang diklaim "kaya zat gizi" tidak serta-merta dapat menangkal COVID-19. Pencegahan utama COVID-19 adalah dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan melakukan jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Makanan bergizi seimbang, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup adalah pencegahan sekunder COVID-19.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya, NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Covid-19#gizi seimbang#herbal#hoax#jambu kristal#mineral#Pandemi Covid-19#suplemen#vitamin#zat gizi mikro

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya