Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Rencanakan dan Persiapkan Gizi Calon Pengantin Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera!

Ditulis oleh Mohammad Brachim Ansari3 menit baca
Rencanakan dan Persiapkan Gizi Calon Pengantin Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera!
Perlu merencanakan beberapa hal agar semua kehidupan setelah menikah dan persiapan kehamilan menjadi lebih baik, dan bayi lahir dengan sehat
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/groom-putting-ring-bride-s-finger_937752.htm

Hai NutriCiers!

Sesungguhnya rahasia menjadi pasangan suami istri yang bahagia, tidak pernah dapat diajarkan, tetapi belajar dari pengalaman.

Masa pranikah adalah masa yang penting untuk merencanakan kehidupan harmonis dan kehamilan. Hal ini sangat penting, karena jika tidak direncanakan dengan matang akan mendatangkan masalah baik dalam aspek kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. 

Pada tahun 2018, 1 dari 9 anak perempuan menikah di Indonesia. Perempuan umur 20-24 tahun yang menikah sebelum berusia 18 tahun di tahun 2018 diperkirakan mencapai sekitar 1.220.900.

Angka ini menempatkan Indonesia pada 10 negara dengan angka absolut perkawinan anak tertinggi di dunia. Analisis data perkawinan anak melihat perempuan umur 20-24 tahun yang menikah sebelum mereka berusia 15 dan 18 tahun dan juga perkawinan anak laki-laki.

Dalam melakukan peran sebagai pasangan, seorang suami dan istri haruslah memiliki kesehatan lahir dan batin yang baik. Salah satu indikasi bahwa calon pengantin dikatakan sehat adalah bahwa kesehatan reproduksinya berada pada kondisi yang baik.

Gizi wanita, mulai dari masa bayi hingga usia sekolah, dewasa awal, masa kehamilan dan menyusui, dan jarak antar kehamilan berpotensi untuk mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan generasi selanjutnya. 

Menurut sebuah study review yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet, telah diusulkan bahwa periode prakonsepsi (pranikah) berkaitan dengan perkembangan janin dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mengurangi penyakit tidak menular yang terus meningkat.

Bersamaan dengan upaya berkelanjutan untuk menerapkan pola hidup yang sehat dengan mengurangi konsumsi alkohol, merokok, dan obesitas. Kesadaran akan kesehatan prakonsepsi sangat penting, khususnya tentang makanan dan status gizi.

Belum lagi terdapat beberapa penyakit infeksi yang dapat menyerang kesehatan calon pengantin.

Perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi, seperti kehamilan, melahirkan, aborsi yang tidak aman, dan pemakaian alat kontrasepsi, dikarenakan struktur alat reproduksinya, perempuan lebih rentan secara sosial maupun fisik terhadap penularan IMS, termasuk HIV-AIDS.

Laki-laki juga mempunyai masalah kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan IMS termasuk HIV-AIDS, oleh karenanya dalam menyusun strategi untuk memperbaiki kesehatan reproduksi harus diperhitungkan pula kebutuhan, kepedulian, dan tanggung jawab laki-laki.

Kedua calon pengantin mempunyai kebebasan dan hak yang sama dan secara bertanggungjawab dalam memutuskan untuk berapa jumlah anak mereka, jarak kelahiran antara anak satu dengan yang kedua dan seterusnya serta menentukan waktu kelahiran dan dimana anak tersebut dilahirkan.

Perencanaan dan persiapan dengan pasangan seperti apa?

Perlu merencanakan beberapa hal agar semua kehidupan setelah menikah dan persiapan kehamilan menjadi lebih baik, dan bayi lahir dengan sehat, diantaranya:

  1. Persiapan fisik dengan cek status kesehatan termasuk status gizi dan pemeriksaan darah untuk mempersiapkan kondisi calon ibu yang sehat dan terhindar dari anemia dan kurang energy kronis (KEK) sehingga dapat menjalani kehamilan yang sehat.
  2. Persiapan gizi dengan makan makanan bergizi seimbang dan minum tablet tambah darah sesuai rekomendasi tenaga ahli. Makanan bergizi seimbang mengikuti pedoman ISI PIRINGKU, dimana sepertiga piring berisi makanan pokok, sepertiga piring berisi sayuran, sepertiga piring berisi lauk pauk dan buah-buahan dalam porsi yang sama (untuk tiap kali makan) serta biasakan minum air putih 8 gelas per hari, hindari minum the/kopi setelah makan, dan batasi mengonsumsi gula, garam, dan minyak (jangan berlebihan). Makanan bergizi seimbang dapat dikonsultasikan dengan ahli gizi untuk mempersiapkan kehamilan karena status gizi sebelum hamil dan selama hamil akan ikut menentukan pertumbuhan dan perkembangan secara optimal untuk kehidupan seterusnya.
  3. Imunisasi tetanus sesuai status T untuk calon pengantin perempuan guna mencegah dan melindungi diri terhadap penyakit Tetanus, sehingga akan memiliki kekebalan seumur hidup untuk melindungi ibu dan bayi terhadap penyakit Tetanus.
  4. Menjaga kesehatan organ reproduksi, diantaranya dengan menjaga kebersihan diri (berganti pakaian minimal 2 kali sehari, menggunakan pakaian berbahan katun dan tidak ketat, membersihkan organ reproduksi dengan air bersih dan dikeringkan menggunakan tisu/handuk bersih dan kering, khusus perempuan; tidak boleh sering mengunakan cairan pembilas vagina, jangan menggunakan pembalut tipis dalam waktu lama, gunakan pembalut saat menstruasi dan diganti paling lama setiap 4 jam sekali dan setelah buang air, jika sering mengalami keputihan, berbau, dan berwarna segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan, dan khusus laki-laki dianjurkan untuk disunat.

Oleh karena itu, mari bagi NutriCiers yang akan merencanakan pernikahan dan kehamilan, kita persiapkan hal-hal diatas agar dapat tercipta keluarga sehat dan sejahtera!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Bayi#dewasa#gizi seimbang#Healthy#Information#kehamilan#kesehatan#kesejahteraan#nikah#pasca nikah#pernikahan#persiapan#pranikah#sdgs#status gizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Bakwan Jagung Rendah Kalori

Mau makan bakwan tapi takut gemuk? Atau takut kalorinya berlebih? Yuk bikin bakwan jagung versi rendah kalori. Bisa untuk pasien penderita kolesterol ataupun hipertensi. Bisa juga bu

Devi Oktaviani