Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Orang Dewasa Wajib Atur Nafas Supaya Terhindar dari Hipertensi

Ditulis oleh Maharani Kusuma Dewi3 menit baca
Orang Dewasa Wajib Atur Nafas Supaya Terhindar dari Hipertensi

Hi NutriCiers !

The Silent Killer Of Death yaitu Hipertensi, merupakan penyakit tidak menular yang mendapat perhatian serius seiring dengan angka yang semakin meningkat.

Hipertensi juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah terus-menerus meningkatkan tekanan. Darah dibawa dari jantung ke seluruh bagian tubuh di dalam pembuluh darah. Setiap kali jantung berdetak, ia memompa darah ke dalam pembuluh darah. Tekanan darah dibuat oleh kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri) saat dipompa oleh jantung. Semakin tinggi tekanannya, semakin keras jantung harus memompa1.

Hipertensi menjadi dasar untuk timbulnya penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, hingga penyakit ginjal. 

WHO saat ini mengestimasikan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Dari sejumlah penderita tersebut, hanya kurang dari seperlima yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah. Wilayah Afrika memiliki prevalensi hipertensi tertinggi sebesar 27%. Asia Tenggara berada di posisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi sebesar 25% terhadap total penduduk2. WHO juga memperkirakan 1 di antara 5 orang perempuan di seluruh dunia memiliki hipertensi. Jumlah ini lebih besar diantara kelompok laki-laki, yaitu 1 di antara 4.

Klasifikasi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah3.
1. Normal = <130 mmHg / <85 mmHg
2. High-Normal = 130 - 139 mmHg / 85 - 89 mmHg
3. Hipertensi tingkat 1 = 140 - 159 mmHg  / 90 - 99 mmHg
4. Hipertensi tingkat 2 = >= 160 mmHg / >= 100 mmHg

Dikatakan tekanan darah tinggi, jika melebihi dari 140/90 mmHg, maka dari itu mencegah agar angak tersebut tidak lebih atau berada dibawah angka tersebut merupakan salah satu cara untuk menjaga atau mempertahankan tekanan darah agar tetap normal. 

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua, baik orang tersebut kaya atau miskin, sama – sama memiliki untuk terkena penyakit tersebut. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah yaitu faktor umur, jenis kelamin, genetik, gizi, olahraga, stres maupun kualitas tidur. 

Stress seringkali menyerang orang dewasa. Jika tubuh dalam keadaan stress maka dapat merangsang kelenjar adrenal untuk memproduksi hormin kortisol dan epineprin (adrenalin) yang dapat mempengaruhi saraf, imunitas hingga mempengaruhi tekanan darah4. 

Sedangkan hormon endorphin menghambat produks dari kortisol dan epinephrine. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi endorphin yang dapat dilakukan adalah dengan cara exercise, maupun meditasi, sholat maupun berzikir4. 

Salah satu lainnya adalah dengan melakukan slow deep brething yang dapat dilakukan secara 6 kali permenit selama lebih kurang selama 15 menit dapat memberikan pengaruh terhadap tekanan darah. Slow deep breathing adalah relaksasi yang dapat memberikan efek terhadap pengaturan pernapasan secara dalam dan lambat. Dengan melakukan pernafasan yang dalam dan lambat, akan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh dan merangsang kemoreseptor tubuh. Rasangan tersebut akan mengakibatkan terjadinya vasodilator pada pembuluh darah dan menurunkan tekanan vaskular sehingga tekanan darah dapat turun4.

Dalam suatu penelitian membuktikan dengan melalukan slow deep breathing  selama 21 hari sebanyak 2 kali dalam sehari dapat memberikan pengaruh terhadap tekanan darah. Penelitian lainnya juga menyebutkan dengan memberikan latihan slow deep breathing dan mental relaksasi selama 10 menit pada penderita hipertensi, dapat memberikan dampak pada tekanan darah sistolik dan diastolik, suhu tubuh, denyut nadi serta pengaturan pernafasan yang baik4.

Wah, ternyata mengatur nafas bisa mengontrol tekanan darah pada orang dewasa. Mari kita atur nafas agar terhindar dari hipertensi.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas ! 
 

Tag:#Atur nafas#dewasa#diastolik#Hari Hipertensi Sedunia#sistolik#stress#tekanan darah tinggi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hari Suci Nyepi dari Kacamata Kesehatan

Perayaan Nyepi dapat membantu mengurangi polusi udara dan menurunkan intensitas kelelahan pada mata akibat penggunaan gawai. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/detailed-nyepi-celebrati

Muthia Syifa Rahmadina