Artritis Tuberkulosis, Zat Gizi Apa yang Diperlukan?
Halo, NutriCiers!
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyebaran penyakit TB melalui medium udara yang dapat terjadi karena percikan batuk, bersin, atau air liur dari orang yang terinfeksi TB. Setelah kuman TB masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, kuman TB tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, saluran limfe, saluran napas, atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya.
Selain menyerang paru, bakteri Mycobacterium tuberculosis juga dapat menyerang sendi yang berakibat pada radang sendi atau artitis. Artritis tuberkulosis umumnya menyerang anak atau dewasa muda. Namun, karena gejala yang tidak khas, serta progresivitas penyakit lambat, maka diagnosis sering terlambat. Artritis TB umumnya terjadi di satu sendi, dengan sendi yang paling sering ditemukan yaitu sendi panggul dan lutut. Gejala klinis yang sering terjadi adalah nyeri sendi kronis atau berlangsung lama dalam hitungan bulan hingga tahun dengan tanda inflamasi ringan. Lalu, biasanya disertai dengan gejala khas TB seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam hari.
Pengobatan medis yang diberikan pada artitis TB sama seperti tuberkulosis pada umumnya, yaitu obat anti-tuberkulosis (OAT) sebagai terapi utama. Selain itu juga terdapat terapi nonfarmakologi seperti splint atau terapi yang digunakan untuk mencegah kerusakan sendi. Dalam manajemen dietnya, pasien disarankan untuk banyak mengonsumsi sayur dan buah karena kandungan vitamin dan mineralnya yang tinggi. Beberapa vitamin yang telah terbukti memiliki efek antibakteri dan baik untuk mencegah keparahan penyakit TB adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin B7 (Biotin), vitamin C, dan vitamin D. Selain itu, untuk mengurangi rasa inflamasi atau peradangan pada sendi, disarankan untuk meningkatan konsumsi omega-3. Omega-3 ini bisa didapatkan dengan konsumsi ikan 1—2x/minggu, meningkatkan konsumsi serat, mengganti sumber protein menjadi protein nabati, mengurangi makanan atau minuman manis, dan dapat membatasi konsumsi daging merah menjadi 1—2x/bulan.
Diagnosis artitis TB perlu dipertimbangkan pada pasien yang memiliki gejala khas TB dan ditambah dengan radang sendi. Semakin cepat penanganan, maka risiko kerusakan sendi jangka panjang dapat dihindari. Oleh karena itu NutriCiers, selalu waspada dan periksakan secara dini apabila menemui gejala tersebut, ya!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
