Benarkah Lingkungan dan Perilaku Kerja Berpengaruh Terhadap Kesehatan Ginjal? Yuk Simak!
Hai NutriCiers!
Tahukah kamu ternyata lingkungan dan perilaku saat bekerja berpengaruh terhadap kesehatan ginjal?
Ginjal merupakan organ penting dimana salah satunya fungsi utamanya adalah mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. Keseimbangan dinamis antara air yang masuk dan keluar dari tubuh biasa disebut dengan istilah hidrasi. Status hidrasi yang buruk kerap kali dikaitkan dengan potensi munculnya berbagai permasalahan penyakit ginjal seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga penyakit ginjal kronis.
Para pekerja rentan memiliki status hidrasi buruk yang disebabkan oleh adanya beberapa kondisi/paparan seperti kurangnya ketersediaan toilet, akses ketersediaan air minum terbatas, pakaian kerja menyulitkan untuk digunakan ketika ada di toilet, kurangnya waktu istirahat, tingginya suhu di tempat kerja, kurangnya regulasi keamanan di lingkungan kerja, dan aktivitas fisik pekerja yang tergolong berat. Tidak hanya itu, salah satu studi menunjukan bahwa seseorang yang bekerja di suhu maupun cuaca panas, seperti pekerja konstruksi, dapat berisiko mengalami gagal ginjal (kidney injury) karena adanya heat stress disertai dehidrasi.
Heat stress/tekanan panas adalah suatu reaksi fisiologis/fisik terhadap suhu panas ekstrim yang dapat menimbulkan masalah kesehatan ringan hingga berat. Terlepas dari dampaknya bagi kesehatan ginjal, dehidrasi dan ketidakcukupan asupan air juga mempengaruhi fungsi kognitif, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan produktivitas para pekerja. Kondisi ini tentunya akan merugikan banyak pihak, baik untuk pekerja itu sendiri, maupun bagi perusahaan atau tempatnya bekerja akibat adanya penurunan status kesehatan yang mempengaruhi kualitas kerja.
Nah, tanpa kita sadari lingkungan kerja dan perilaku pekerja berperan penting terhadap kesehatan ginjal ya, NutriCiers!
Untuk itu, berikut adalah beberapa hal yang dapat NutriCiers lakukan untuk tetap dapat menjaga kesehatan ginjal selama bekerja :
- Selalu perhatikan konsumsi air harian, dimana bagi orang dewasa normal 'dianjurkan' minum 8 gelas/hari (kurang lebih 2L). Walaupun demikian, 8 gelas/hari tidak menjadi patokan bagi semua orang. Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda tergantung dari ukuran fisik, umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan lingkungannya. Jangan menunggu haus untuk minum air, karena haus pada dasarnya adalah respon bahwa tubuh telah kehilangan cairan sebesar 1-2% berat badan tubuh.
- Tempat kerja disarankan menyediakan air minum (misal botol atau galon air mineral) yang mudah dijangkau, serta memiliki fasilitas toilet cukup bagi pekerja.
- Perlu adanya regulasi keamanan lingkungan kerja, misal suhu yang sesuai atau pengaturan jam kerja secara tepat. Untuk pekerja kontruksi sebaiknya jam kerja kurang lebih 7 jam dengan 6 kali shift perminggu.
Apapun bentuk pekerjaan Anda, tetap sempatkan untuk minum air supaya tubuh tetap terhidrasi dan bekerja pun jadi lebih maksimal!
Salam Gizi Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
