Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Ketahui Lebih Dalam Mengenai Demensia pada Lansia

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Ketahui Lebih Dalam Mengenai Demensia pada Lansia
Pencegahan demensia pada lansia dapat dicegah dengan senam otak, terapi okupasi, dan konsumsi buah, sayur, serta ikan.

Halo, NutriCiers!

Tahukah sobat NutriCiers tentang hari Lansia Nasional? Hari Lansia Nasional diperingati setiap tanggal 29 Mei.

Data menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 500 juta lansia dengan rata-rata usia sekitar 60 tahun di seluruh dunia. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga 1,2 milyar pada tahun 2025. Di Indonesia sendiri pada tahun 2020 terdapat sekitar 28,8 juta lansia dengan usia harapan hidup sebesar 71,1 tahun. Meningkatnya jumlah lansia dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran sehingga mampu melenyapkan berbagai penyakit menular, serta meningkatkan usia harapan hidup pada populasi.

Penuaan merupakan proses alamiah pada makhluk hidup, termasuk manusia. Selama proses penuaan akan terjadi proses penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif adalah proses mental dalam memperoleh pengetahuan serta kecerdasan yang meliputi cara berpikir, daya ingat, pengertian, perencanaan, dan pelaksanaan. Penurunan fungsi kognitif yang biasa terjadi pada lansia disebut dengan demensia. Demensia lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Hal ini berkaitan dengan penurunan hormon estrogen pada usia lansia. Estrogen berperan dalam fungsi belajar dan memori. Reseptor estrogen dapat ditemui di otak tepatnya bagian hipokampus. Oleh karena itu, rendahnya hormon estrogen pada lansia wanita menyebabkan berkurangnya kemampuan menyimpan memori.

Umumnya, penurunan fungsi kognitif pada lansia dapat dihambat dengan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut:

  1. Senam otak: Senam otak berupa gerakan ringan pada tangan dan kaki diketahui dapat meningkatkan kemampuan kognitif berupa meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, proses belajar, memori, pemecahan masalah dan kreativitas pada lansia.
  2. Terapi okupasi:  Terapi okupasi adalah terapi yang bergerak pada tiga area, yaitu activity of daily living (perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan waktu luang). Contoh terapi okupasi yang dapat dilakukan adalah berkebun. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang berkebun selama lima minggu akan mengalami peningkatan fungsi kognitif.
  3. Konsumsi banyak buah-buahan, sayur-sayuran, dan ikan: Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, serta omega-3 dapat meningkatkan fungsi kognitif seperti memori dan kemampuan berbicara.

Nah, itu tadi informasi mengenai demensia pada lansia dan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghambat demensia. Yuk, kita ajak kakek dan nenek kita untuk melakukan beberapa tips di atas agar kakek nenek kita terhindar dari demensia.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#dementia#Hari Lansia Nasional#Hari Lansia Sedunia#Healthy#Information#kesehatan#kognitif#lansia#news#nutrisi lansia#pikun#sehat

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

HAM Anak yang Perlu Kita Penuhi di Balik Bencana Alam!

Pemenuhan HAM tiap anak atas standar kesehatan dan perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih dan aman Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-ph

Anita Rachmatun Nikmah

Makanan Diet Buat Kenyang Lebih Lama

Tahukah kamu? Ketika kita konsumsi makanan diet akan membuat kita merasa kenyang lebih lama. Kira-kira menu diet seperti apa ya yang dapat memperpanjang durasi kenyang sehingga dapat

Kinanthi Dewi Mutiek