Takut Berat Badan Naik Setelah Berhenti Merokok? Tenang, Bisa Dicegah!
Halo NutriCiers!
Pernahkah Anda mendengar tentang kenaikan berat badan (BB) setelah berhenti merokok? Faktanya, hal itu benar adanya. Beberapa penyebabnya antara lain:
- Merokok meningkatkan metabolisme, sehingga ketika berhenti tubuh butuh lebih sedikit kalori
- Merokok menurunkan nafsu makan, sehingga ketika berhenti nafsu makan meningkat
- Rasa makanan setelah berhenti merokok lebih enak dan Anda dapat mengidam makanan manis
- Salah mengartikan keinginan merokok dengan rasa lapar, atau Anda makan untuk mengalihkan diri
- Anda mungkin menggantikan kegiatan "tangan-ke-mulut" merokok dengan mengemil
Kenaikan BB dapat berbahaya untuk kesehatan dalam jangka panjang, misalnya berisiko diabetes. Namun, merokok sendiri juga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, manfaat setelah berhenti merokok jauh lebih banyak dibandingkan efek negatifnya, seperti:
- Dalam 20 menit denyut jantung dan tekanan darah turun
- Dalam 2-12 minggu aliran darah lancar dan fungsi paru meningkat
- Dalam 1 hingga 9 bulan batuk-batuk dan sesak nafas berkurang
- Dalam 1 tahun risiko penyakit jantung koroner menurun 50% dari perokok
- Dalam 10 tahun risiko berbagai kanker berkurang
Selain manfaat kesehatan, manfaat-manfaat berikut dapat Anda rasakan segera setelah berhenti merokok:
- Pengeluaran untuk membeli rokok berkurang
- Rasa makanan lebih enak
- Nafas, rambut, dan baju lebih wangi
- Gigi dan kuku berhenti menguning
- Nafas terengah karena aktivitas fisik berkurang
Lalu, bagaimana cara mencegah kenaikan BB setelah berhenti merokok? Yuk, terapkan tips berikut!
- Beraktivitas fisik: aktivitas fisik dapat membakar kalori dan mengurangi keinginan untuk makan makanan tidak sehat atau merokok.
- Sediakan camilan sehat: atasi rasa lapar dengan selalu sedia camilan sehat seperti kacang sangrai tanpa garam, buah potong, atau sayuran segar.
- Kurangi porsi makan: lakukan hingga metabolisme kembali normal. Apabila setelah makan Anda masih lapar, jangan langsung nambah. Tunggu 30 menit (ini waktu yang diperlukan untuk otak mengirim sinyal kenyang). Jika masih lapar, makanlah camilan sehat Anda.
- Siapkan permen karet tanpa pemanis: ini bisa membantu mulut tetap sibuk tanpa menambah kalori.
- Makan perlahan: hanya karena rasa makanan jadi lebih enak bukan berarti Anda harus makan lebih banyak. Kunyah makanan perlahan dan nikmati tiap suapan.
- Tidur yang cukup: kurang tidur dapat meningkatkan risiko BB naik.
- Kontrol minuman: batasi alkohol, soda, dan jus berpemanis. Cobalah teh-teh herbal.
Berhenti merokok memang tidak mudah dan Anda memiliki risiko mengalami kenaikan BB. Namun, manfaat berhenti merokok jauh lebih besar dari efek kenaikan sedikit BB. Anda perlu penambahan 40 kg BB setelah berhenti merokok untuk memiliki risiko stroke yang sama seperti ketika Anda masih lanjut merokok. Dengan tekad yang kuat, Anda bisa mencegah kenaikan BB setelah berhenti merokok.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
