Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

6 Langkah Penting Untuk Merawat dan Menjaga Kesehatan Telinga Anda

Ditulis oleh Nadia Indrawarie Zachra2 menit baca
6 Langkah Penting Untuk Merawat dan Menjaga Kesehatan Telinga Anda
Menjaga kesehatan telinga dan pendengaran dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari termasuk pengaturan pola makan.
Sumber gambar : https://img.freepik.com/free-vector/couple-male-doctors-characters-fitting-deaf-aid-huge-patient-ear-hearing-loss-medical-health-problem-otolaryngology-medicine-deafness-disease-concept-cartoon-people_1016-3386.jpg?size=626&ext=jpg 

Hai NutriCiers!

Telinga merupakan salah satu panca indera yang penting untuk dijaga kesehatannya, mengingat peran penting telinga dalam melengkapi kebutuhan serta aktivitas manusia yang vital dan mendasar seperti mendengar maupun mengatur keseimbangan.

Gangguan pendengaran yang terjadi, seperti tuli sebagian atau tuli berat, dapat menghambat produktivitas sehari-hari terutama saat berkomunikasi. Apabila telinga menjadi kurang dengar maka bisa terjadi kesalahpahaman saat berkomunikasi dengan lawan bicara. Meski hal ini dapat diatasi dengan bantuan komunikasi secara simbolis, tetapi prosesnya dapat menjadi lebih lama dan juga tidak seluruh penderita bisa memahami.

Menurut WHO, terdapat setidaknya 466 juta orang yang hidup dengan gangguan pendengaran, termasuk diantaranya sekitar 34 juta merupakan anak-anak. Dari jumlah tersebut, hampir 90% tinggal di negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Penyebab Gangguan Telinga dan Pendengaran

Adapun gangguan pendengaran dapat terjadi karena berbagai macam faktor, antara lain : 

Menurut WHO :

  • Serumen (lilin) yang terkena telinga.
  • Infeksi akut di saluran telinga.
  • Infeksi akut pada gendang telinga.
  • Adanya cairan di telinga tengah.

Menurut Kemenkes RI :

  • Proses penuaan dimana terjadi degenerasi sel-sel sensorik penerima sensasi dengar.
  • Terlalu lama mendengar kebisingan.
  • Gangguan sejak lahir.
  • Terdapat benda asing yang menghalangi telinga.

Kebisingan dan suara keras menjadi faktor penting yang menyebabkan gangguan pendengaran. NIHL (Noise-Induced Hearing Loss) menjadi penyebab utama kedua dari gangguan pendengaran sensorineural, setelah gangguan pendengaran terkait usia, meskipun hampir seluruhnya dapat dicegah.

Cara Menjaga Kesehatan Telinga dan Pendengaran

Diet atau asupan dapat berperan dalam menjaga kesehatan telinga dan pendengaran. Penelitian oleh Brigham and Women’s Hospital yang memantau kesehatan pendengaran lebih dari 70.000 wanita dengan berbagai diet/pola makan selama 22 tahun. Dari penelitian tersebut, jenis diet seperti Dietary Approaches to Shop Hypertension (DASH) dan Alternative Healthy Eating Index-2010 (AHEI-2010) diketahui memiliki manfaat paling baik dalam menurunkan risiko kehilangan pendengaran. Diet ini menyukai buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian, makanan laut, unggas, dan produk susu rendah lemak. Diet tersebut menyarankan untuk membatasi makanan tinggi natrium (garam) dan kolesterol LDL (lipoprotein densitas rendah), mencegah konsumsi daging olahan dan daging merah, makanan olahan, dan minuman manis. 


Selain itu, terdapat beberapa langkah yang dapat Nutriciers lakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan telinga dan pendengaran seperti :

  1. Menghindari suara bising.
  2. Menggunakan pelindung pendengaran selama aktivitas bising di tempat kerja.
  3. Memperhatikan kebersihan liang telinga.
  4. Menghindari membersihkan telinga dengan benda keras seperti batang bulu ayam, batang rumput, dan batang korek api.
  5. Menghindari konsumsi obat sembarangan.
  6. Menghindari konsumsi obat dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#gaya hidup sehat#gizi#Healthy#Information#kerja#kesehatan#kesehatan telinga#makanan#Makanan sehat#Telinga#zatgizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Efek Pandemi Berdampak Pada Kunjungan Posyandu!

Para ibu perlu memantau dan menjaga kesehatan anak dengan rutin mengunjungi posyandu untuk pemeriksaan, baik mengunjungi posyandu secara langsung maupun secara daring maupun aktif pada posyandu door t

Sabela Nadhira Rakhmatika

Lupus: Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita

Pengaruh hormonal dan kromosom X menyebabkan prevalensi wanita yang menderita lupus lebih tinggi. Sumber foto: freepik Halo NutriCiers! Tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia. Untuk mem

Silvia Bufa Amanda

Penderita Asma Tidak Boleh Berolahraga, Apakah Betul?

Olahraga sesuai anjuran dokter dapat membuat penderita asma dapat mengendalikan asma mereka dengan baik Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-photo/woman-have-chest-pain-while-running-garden_

Prambandanty Poetri Irnandy