Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Tidak Cukup Makan Bisa Terkena Kusta?

Ditulis oleh Mohammad Brachim Ansari3 menit baca
Tidak Cukup Makan Bisa Terkena Kusta?
Orang yang tidak memenuhi asupan makanan yang memadai dan beragam memiliki peluang lebih tinggi terkena kusta
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/vegetables-sold-market_8995028.htm#page=1&query=traditional+market&position=3

Hai NutriCiers!

Bagaimana kabarnya ? Stay healthy di era pandemi COVID-19 ini ya!

Membahas tentang salah satu penyakit menular dan tertua didunia, meskipun sudah diketahui umat manusia, masih banyak yang tidak diketahui tentang penularan “Kusta” dan mengapa beberapa orang menderita penyakit tersebut dan yang lainnya tidak.

Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, menyerang kulit dan saraf serta dapat menyebabkan kelainan bentuk pada tangan, kaki, dan wajah. Lebih buruknya, dapat menyebabkan komplikasi neurologis (saraf) yang parah dan cacat fisik.

Masa inkubasi dari bakteri ini pun terbilang cukup lama, yaitu rata-rata 2–5 tahun. Oleh karena itu, sulit untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara keadaan pada saat infeksi dan timbulnya gejala klinis bertahun-tahun kemudian.

Penentu paling penting yang diketahui untuk tertular kusta adalah kontak rumah tangga dengan penderita kusta, yang membawa risiko lima hingga delapan kali lebih tinggi untuk tertular kusta.

Terapi saat ini untuk mencegah penyakit tidak hanya berlangsung lama tetapi juga terdiri dari kombinasi beberapa antibiotik yang mahal. Meskipun sesuai rekomendasi WHO, antibiotik ini tersedia secara gratis tetapi masih jauh dari jangkauan pasien di banyak daerah pedesaan di dunia.

Lalu, bagaimana dengan kusta di Indonesia?

Angka prevalensi kusta di Indonesia tahun 2017 sebesar 0,70 kasus/10.000 penduduk dan angka penemuan kasus baru sebesar 6,08 kasus per 100.000 penduduk. Selan itu, ada beberapa provinsi yang prevalensinya masih diatas 1 per 10.000 penduduk. Angka pevalensi ini belum bisa dinyatakan bebas kusta dan terjadi di 10 provinsi di Indonesia.

Penyakit kusta sering dilihat sebagai penyakit orang miskin dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah tertinggal di dunia, namun tidak serta merta kemiskinan langsung menjadi faktor utama pencetus penyakit ini karena masih dalam kajian.

Mengapa kemiskinan disorot?

Beberapa penelitian telah mengkaji bahwa status sosial ekonomi telah diidentifikasi sebagai faktor risiko terjadinya kusta yang berkaitan dengan kekurangan makanan.

Kekurangan makanan ini berhubungan dengan kondisi keuangan yang terbatas untuk berbelanja makanan dan memiliki lebih sedikit simpanan makanan rumah tangga dan makanan kurang beragam, sehingga tingkat konsumsi makanan bergizi tinggi seperti daging, ikan, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran lebih rendah daripada umumnya.

Pola makan yang tidak memadai untuk jangka waktu yang lebih lama menyebabkan kekurangan gizi. Kekurangan gizi ini dapat mengakibatkan gangguan respon imun, yang dapat menjelaskan perkembangan kusta secara klinis. Bagaimanapun, sistem kekebalan tubuh membutuhkan protein, vitamin dan mineral untuk melawan infeksi secara efektif.

Alice Lichtenstein, DSc, seorang Profesor Ilmu Gizi di Tufts University mengungkapkan “Makanan super itu hebat, tetapi yang lebih penting untuk kesehatan adalah pola makan sehat yang mencakup berbagai variasi makanan bergizi yang menggantikan makanan kurang bergizi”.

Makanan yang dianjurkan untuk tiap kali makan diantaranya nasi/sumber karbohidrat lainnya, lauk pauk (daging, ikan, telur, susu), buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Dalam memenuhi makanan yang sehat dan bergizi tidak harus dengan biaya yang banyak dan mahal, akan tetapi dengan bahan makanan yang sederhana dan terjangkau. Indonesia kaya akan keberagaman makanannya sebagai negara agraris. Tinggal ambil/beli/petik yang ada disekitar kita.

Yuk mulai sadar dan syukuri apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, saatnya kita memanfaatkannya dengan baik dan hidup dengan sehat NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#bakteri#buah#buah-buahan#daging#food diversity#Healthy#ikan#imun#Infeksi#Information#keberagaman makanan#kemiskinan#kesehatan#kusta#leprosy#makanan#malnutrisi#mineral#news#nutrisi#pangan#penyakit#protein#sayur#sayur-sayuran#sehat#susu#telur#tidak cukup makan#vitamin

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya