Yuk Cegah Kanker Payudara dengan Memberikan ASI Eksklusif!
Halo NutriCiers!
Setiap tahunnya sejak 1992, pekan pertama di bulan Agustus dirayakan sebagai pekan menyusui sedunia. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk mempromosikan dan mendukung pemberian ASI di seluruh dunia. Nah, dalam rangka memperingati pekan menyusui sedunia, kali ini kita akan membahas hubungan pemberian ASI dengan pencegahan kanker payudara. Ternyata, selain meningkatkan kesehatan bayi, salah satu manfaat menyusui yang tidak kalah hebatnya bagi ibu adalah mampu mencegah kanker payudara. Selengkapnya, yuk kita simak penjelasan berikut!
Kita sering mendengar manfaat ASI bagi bayi, seperti meningkatkan kecerdasan, mencegah infeksi dan alergi, dan sebagai sumber gizi terbaik dalam 2 tahun pertama kehidupan. Namun, manfaatnya bagi ibu masih cukup jarang diperbincangkan. Padahal, manfaat menyusui itu bisa dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, beberapa manfaat menyusui yakni menurunkan stres pasca melahirkan dan mempercepat periode nifas. Psstt, tahukah NutriCiers? Ternyata menyusui juga bisa mempercepat penurunan berat badan dan membakar lemak di perut, lho! Efeknya dapat mempercepat bentuk tubuh kembali seperti sebelum hamil.
Nah, dalam jangka panjang menyusui dapat mencegah berbagai jenis kanker, seperti kanker endometrium, ovarium, dan payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika menyusui, produksi hormon estrogen berkurang. Hal inilah yang menyebabkan risiko kanker payudara berkurang karena ada hubungannya dengan hormon estrogen. Selain itu, karena sel-sel payudara sibuk memproduksi susu, maka dapat memperkecil kemungkinan mutasi yang menyebabkan kanker payudara. Wanita yang sedang menyusui juga cenderung mengonsumsi makanan bergizi dan menjalankan gaya hidup sehat selama menyusui.
Diperkirakan wanita yang menyusui selama 12 bulan memiliki penurunan risiko terkena kanker payudara sebanyak 28%, lho, NutriCiers! Oleh karena itu, yuk ikuti tips berikut agar sukses menyusui dan mencegah kanker payudara:
- Berikan ASI eksklusif: WHO dan UNICEF menganjurkan bayi disusui segera setelah dilahirkan dan jangan berikan makanan atau minuman apapun (termasuk air putih) selain ASI dalam 6 bulan pertama kehidupan.
- Susui setiap bayi menginginkannya: semakin sering menyusui maka semakin banyak pula susu yang diproduksi dan semakin jarang maka jumlah susu juga akan semakin berkurang. Susui kapan pun bayi menginginkannya. Usahakan tidak menggunakan dot atau empeng.
- Bersabar: menyusui adalah proses belajar baik bagi ibu maupun bayi. Karenanya ia bisa menyita banyak waktu. Kuncinya adalah bersabar. Jika Anda merasa kesal atau stres ketika berusaha menyusui bayi, maka istirahatlah sejenak baru mencoba lagi.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
