Lewati ke konten
NutriClinic
Sports and Beauty

Perlukah Suplemen Vitamin E untuk Menjaga Kecantikan Kulit?

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Perlukah Suplemen Vitamin E untuk Menjaga Kecantikan Kulit?
Mengonsumsi sumplemen vitamin E harus dilakukan dengan cermat untuk mengantisipasi defisiensi dan overdosis
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/beauty-portrait-feminine-young-woman-looking-away-touching-her-nude-shoulder-isolated-white_6514195.htm#page=1&query=skin&position=23

Halo NutriCiers!

Sejak generasi ibu kita, vitamin E telah dikenal memiliki manfaat terhadap kesehatan kulit di kalangan wanita. Hal ini terutama dipicu oleh produk-produk suplemen vitamin E di pasaran yang mengklaim manfaatnya sebagai suplemen kecantikan dan anti-penuaan. Namun, perlukah kita mengonsumsinya? Memangnya berapa, sih, kebutuhan harian vitamin E kita? Lalu, adakah efek samping overdosis vitamin E? Yuk, kita simak informasi selengkapnya!

Vitamin E merupakan elemen penting yang sering ditemukan dalam produk kosmetik. Ia adalah vitamin larut lemak yang memiliki peran sebagai antioksidan dan telah digunakan lebih dari 50 tahun dalam bidang dermatologis. Sebagai antioksidan, vitamin E mampu menjaga sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa yang dibentuk tubuh ketika mengonversi makanan menjadi energi, juga didapatkan dari paparan asap rokok, polusi udara, dan sinar ultraviolet dari matahari. Selanjutnya, vitamin E juga dapat mencegah kulit mengalami penuaan akibat sinar ultraviolet dan kanker kulit.

Kebutuhan vitamin E yang direkomendasikan adalah 15 mg/hari. Jumlah ini dapat terpenuhi apabila kita mengonsumsi makanan yang bervariasi. Beberapa makanan yang tinggi kandungan vitamin E antara lain minyak sayur (misalnya minyak bunga matahari), kacang-kacangan (misalnya kacang almond), biji-bijian (misalnya biji bunga matahari), dan sayuran hijau (misalnya bayam dan brokoli).

Lalu, perlukah kita mengonsumsi suplemen vitamin E? Pada orang sehat, kekurangan atau defisiensi vitamin E sangatlah jarang terjadi. Biasanya, defisiensi vitamin E dialami oleh orang yang memiliki penyakit yang menyebabkan tubuhnya tidak dapat mencerna atau menyerap lemak, seperti penyakit Chrohn dan penyakit genetik langka tertentu. Ini karena vitamin E memerlukan lemak untuk diserap sistem pencernaan.

Banyak produk suplemen yang mengandung dosis vitamin E 100-1000 mg. Jumlah ini tentunya jauh di atas dari yang kita butuhkan dalam sehari. Vitamin E dosis tinggi dapat menyebabkan mual, diare, kram perut, kelelahan, lemas, sakit kepala, penglihatan kabur, ruam, memar, dan perdarahan. Namun, gejala overdosis tidak muncul apabila konsumsi vitamin E harian kurang dari 1000 mg. Oleh karena itu, batas maksimal asupan vitamin E dari suplemen untuk orang dewasa adalah 1000 mg/hari. Jumlah ini sama dengan 1.500 IU/hari untuk suplemen vitamin E alami dan 1.100 IU/hari untuk suplemen vitamin E sintetis.

Sumber zat gizi terbaik adalah dari makanan, karena makanan mengandung vitamin, mineral, serat pangan, dan zat lain yang bermanfaat untuk kesehatan. Maka, kita harus cermat dan bijak dalam mengonsumsi suplemen zat gizi ya, NutriCiers! NutriCiers juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter, ahli gizi, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengantisipasi defisiensi atau overdosis zat gizi.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#antioksidan#gizi seimbang#Hari Perempuan Internasional#kecantikan#kesehatan#kulit#overdosis#radikal bebas#suplemen#vitamin

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hepatitis B: Pecinta Kacang Perlu Waspada?

Pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat dapat meningkatkan tingkat aflatoksin Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/salted-roasted-peanuts_10271092.htm#query=peanut&position=6 Hai Nutr

Mohammad Brachim Ansari