HAM Anak yang Perlu Kita Penuhi di Balik Bencana Alam!
Hai NutriCiers!
Bumi kita sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Bencana alam mulai membayangi pandemi COVID-19 yang belum usai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sudah ada 2.736 bencana alam yang tercatat sampai bulan Desember 2020 ini. Tentu bukan hal yang sederhana untuk diantisipasi mengingat adanya hak-hak asasi manusia yang harus dipenuhi ketika bencana alam terjadi, apalagi di tengah pandemi yang harus mengedepankan protokol kesehatan. Hak asasi manusia yang harus dipenuhi salah satunya pemenuhan hak hidup (untuk mendapatkan makanan dan mendapat akses bantuan).
Makanan dan akses bantuan menjadi hal utama yang diperhatikan. Hal yang sering kali luput dari perhatian yaitu kecukupan gizi bagi penyintas bencana. Penurunan status gizi pasca bencana dapat terjadi akibat layanan kesehatan terbatas, terputusnya jalur distribusi makanan serta sanitasi yang buruk. Terpenuhinya asupan gizi penyintas bencana diharapkan mampu mencegah terjadinya bencana selanjutnya seperti wabah penyakit akibat penurunan status gizi para penyintas bencana.
Penelitian menyebutkan terdapat perbedaan berat badan, tinggi badan serta lingkar lengan atas, pada korban bencana alam dengan trauma. Namun, tidak semua penyintas bencana mendapatkan haknya secara maksimal, yaitu pada kelompok bayi dan balita. Bayi dan balita merupakan kelompok paling rentan dan juga yang memiliki masalah lebih rumit dalam hal penyediaan makanan darurat. Hal ini karena tidak semua jenis makanan yang diolah di dapur darurat dapat dikonsumsi. Jika tidak segera diatasi, penurunan status gizi menjadi gizi buruk dapat menjadi ancaman baru.
Analisa yang dilakukan peneliti dalam beberapa posko bencana alam yaitu kegiatan gizi pra bencana seperti pendataan awal wilayah rawan bencana belum terlaksana. Selain itu ketersediaan makanan untuk balita baik dari segi jenis, kuantitas maupun kualitas belum memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan. Sejatinya, tiap anak berhak mendapatkan standar kesehatan dan perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih dan aman. Sehingga pemenuhan HAM mereka perlu diperhatikan. Lantas, bagaimana pengelolaan gizi darurat bagi bayi dan balita?
Berikut penyediaan makanan darurat yang bisa dilakukan untuk bayi dan balita:
- Ibu bayi memberikan hanya ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan (ASI eksklusif). Menyusui sangat penting dalam kondisi darurat karena kebutuhan gizi bayi dapat terpenuhi di samping terbatasnya sarana air bersih dan bahan bakar.
- Penggunaan susu formula diperkenankan diberikan kepada bayi jika bayi piatu, bayi terpisah dari ibunya, ibu bayi dalam keadaan sakit berat dengan syarat dan ketentuan. Susu formula hanya dapat diberikan dengan pengawasan petugas kesehatan, menggunakan gelas yang mudah dibersihkan serta bersifat sementara sampai ibu bayi dapat menyusui kembali. Susu formula yang dapat diberikan bagi balita penyintas bencana adalah yang memenuhi kriteria Dinas Kesehatan setempat.
- Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi mulai umur 6 bulan sampai umur 2 tahun. MP ASI berasal dari pangan lokal yang memenuhi kebutuhan gizi balita serta terjaga kebersihan peralatan serta pengolahan MP-ASI.
- Suplementasi diberikan kepada bayi dan balita yaitu kapsul vitamin A dengan dosis 100.000 IU untuk bayi umur 6- 11 bulan dan dosis 200.000 IU untuk anak 1-5 tahun.
- Makanan yang diberikan untuk anak Usia 2 - 5 tahun adalah makanan keluarga, yang tinggi energi, protein, vitamin dan mineral. Bantuan pangan yang dapat diberikan berupa makanan pokok, lauk pauk, kacang-kacangan dan minyak sayur. Jika ada anak yang menderita gizi kurang atau anak gizi buruk pada fase setelah perawatan, maka perlu diberikan makanan tambahan, seperti snack, dengan nilai zat gizi: Energi 350 kkal dan Protein 15 gram per hari.
Seperti salah satu tujuan SDGs yaitu mengakhiri kelaparan dan memastikan adanya akses bagi seluruh rakyat, khususnya mereka yang miskin dan berada dalam situasi rentan, termasuk bayi, terhadap pangan yang aman, bernutrisi dan berkecukupan juga merupakan tugas kita bersama untuk saling membantu. Jadi, sudah tidak perlu bingung lagi apa saja bantuan yang kita bisa ulurkan untuk saudara kita terutama bayi dan balita di tengah kondisi bencana seperti ini ya NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
