Tidak Hanya Paru-Paru, Rokok Dapat Sebabkan Gangguan Pendengaran
Halo Nutriciers!
Sebagaimana yang kita ketahui, kandungan pada rokok dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh antara lain dapat menyebabkan kanker, impotensi, serangan jantung, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, ternyata rokok dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran.
Merokok dapat menyebabkan gangguan pendengaran tipe sensorineural, yaitu gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan pada koklea dan nervus VIII. Gangguan pendengaran tipe sensorineural terjadi karena nikotin dan karbon monoksida dapat menyebabkan vasospasme, suatu kondisi dimana pembuluh darah tiba-tiba mengencang dan membatasi aliran darah, sehingga menyebabkan kurangnya perfusi pada koklea dan kerusakan pada sel rambut. Kandungan nikotin dapat juga menyebabkan gangguan dari neurotransmiter pada nervus auditorius sehingga penyampaian suara ke otak tidak mampu secara akurat.
Faktor seperti lama waktu merokok dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari dapat berpengaruh terhadap risiko terjadinya gangguan pendengaran. Penelitian menunjukkan, pengonsumsian rokok >=10 batang/hari dan konsumsi rokok <10 batang/hari sama-sama berisiko terjadi gangguan pendengaran. Hanya saja, konsumsi rokok >=10 batang/hari berisiko 3x lipat lebih tinggi. Bagi seseorang yang sudah merokok >5 tahun maupun <=5 tahun, keduanya memiliki risiko gangguan pendengaran. Semakin lama waktu seseorang merokok, maka semakin tinggi pula risiko orang tersebut mengalami gangguan pendengaran.
Untuk itu, berikut adalah hal-hal yang bisa kita lakukan supaya tetap dapat menjaga kesehatan pendengaran dan terhindar dari bahaya rokok.
- Menghindari Rokok dan Sadar Akan Bahaya Rokok
Banyak penelitian sudah membuktikan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit diantaranya kanker, serangan jantung, impotensi dan lainnya yang dapat mengakibatkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa rokok merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat.
- Hindari Menjadi Perokok Pasif
Bahaya rokok bagi perokok pasif tiga kali lipat lebih buruk daripada paparan debu atau batu bara, yang mana memiliki risiko kesehatan lebih besar dibandingkan perokok aktif karena memperoleh nikotin dari asap rokok.
- Konsumsi Omega-3 dan Antioksidan
Mengonsumsi omega-3 dapat menguatkan pembuluh darah dalam sistem sensorik pendengaran. Sedangkan antioksidan dapat mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh akibat paparan asap rokok. Rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya dan apabila masuk ke dalam tubuh akan menjadi radikal bebas. Antioksidan dalam bentuk asam folat dijumpai pada bayam, asparagus, brokoli, telur, hati, dan kacang-kacangan yang dapat mengurangi resiko gangguan pendengaran.
Merokok adalah hal yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif, keduanya mampu menjadi ancaman kesehatan, salah satunya adalah terjadinya gangguan pendengaran.
Sayangi dirimu dan sayangi telingamu.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
