Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Bagaimana Stres Dapat Sebabkan Hipertensi?

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Bagaimana Stres Dapat Sebabkan Hipertensi?
Faktor risiko stres dapat mengarah pada gaya hidup tidak sehat dan meningkatnya emosi marah pada seseorang yang kemudian menyebabkan hipertensi.
Sumber Gambar : Freepik

Hai, NutriCiers!

Jika mendengar kata hipertensi, pastinya sudah sangat familier di telinga kita, ya? Yap tentu saja, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit tidak menular yang cukup menjadi perhatian di dunia maupun di Indonesia. Pasalnya penyakit ini termasuk the silent disease karena gejala hipertensi sering tidak disadari oleh penderitanya sehingga baru teridentifikasi saat sudah cukup parah.

Seseorang dapat dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas normal, yakni >=140 mmHg untuk tekanan sistolnya dan/atau >=90 mmHg untuk tekanan diastolnya. Penyebab hipertensi dapat dibedakan menjadi faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah. Faktor yang dapat diubah, yaitu gaya hidup yang tidak baik, obesitas, kebiasaan merokok, meminum alkohol, sedentary life style (kurang gerak), dan stres. Sedangkan faktor yang tidak dapat diubah, yaitu bertambahnya umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan ras tertentu. Gejala hipertensi antara lain sakit kepala/rasa berat ditengkuk, vertigo, jantung berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, tinnitus, dan mimisan. Hipertensi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain, seperti stroke, jantung koroner, gagal ginjal, dan perdarahan retina.

Salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi, yakni stres dapat menimbulkan perubahan pada tubuh dan berpengaruh pada emosi loh, NutriCiers. Orang yang stres cenderung akan menurun kekebalan tubuhnya sehingga lebih mudah terpapar penyakit. Saat stres, kelenjar adrenal akan memproduksi hormon adrenalin yang dapat meningkatkan detak jantung dan menyebabkan tekanan darah naik. Apabila hal ini terus terjadi, maka tekanan darahnya akan terus meningkat dan menyebabkan hipertensi. Stres juga cenderung membuat orang untuk melakukan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan yang tidak terkontrol, merokok, meminum alkohol, dan lain sebagainya. Gaya hidup tidak sehat tersebut juga yang menjadi faktor penyebab hipertensi. Selain stress, hipertensi juga sering dikaitkan dengan emosi marah. Faktanya, emosi marah yang berlebihan memang dapat meningkatkan terjadi hipertensi. Emosi marah dapat disebabkan karena keadaan tubuh yang sedang tidak seimbang ataupun karena factor psikis yang sudah tertanam dalam diri.

Lalu, bagaimana pencegahan yang tepat ya supaya tidak mudah stress dan berujung hipertensi?

Nah, NutriCiers bisa mencoba untuk regulasi emosi. Regulasi emosi merupakan suatu cara untuk mengatur dan mengarahkan perilaku ke arah yang lebih baik. Regulasi emosi dapat membantu kita mengenali emosi dalam diri sehingga kita mampu mengeluarkan emosi secara tidak berlebihan ataupun tidak menumpuknya secara terus-menerus. Jangan lupa diikuti juga dengan konsumsi makanan yang menyehatkan ya, NutriCiers. Hindari juga konsumsi garam dan minyak yang berlebihan. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS), batas konsumsi garam per hari adalah 1 sendok teh, sedangkan batas konsumsi minyak per hari sebanyak 5 sendok makan.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#emosi#gaya hidup#gaya hidup sehat#Gula, garam, dan lemak#Hari Hipertensi Sedunia#Healthy#hipertensi#kesehatan#kesehatan mental#mental health#penyakit kardiovaskular#penyakit tidak menular#pola makan#stress#Tekanan Darah#tekanan darah tinggi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya