Pemenuhan Nutrisi untuk Penderita Thalasemia
Hai, NutriCiers!
Thalasemia merupakan salah satu penyakit keturunan yang butuh perawatan berkelanjutan. Berdasarkan data yang diambil pada bulan Oktober 2016, terdapat 9.131 pasien yang terdaftar menderita thalasemia di seluruh Indonesia. Thalasemia yang merupakan penyakit kelainan genetik ini bisa terjadi akibat adanya gangguan sintesis hemoglobin karena mutasi pada bagian dalam maupun sekitar gen globin. Oleh karena itu, kadar hemoglobin si penderita akan mengalami penurunan akibat kerusakan yang terjadi. Hal ini menjadi sangat krusial karena hemoglobin bertugas untuk mentransportasikan O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh, CO2 dari seluruh tubuh menuju paru-paru, serta memberikan pigmen merah pada sel darah merah.
Salah satu solusi penderita thalasemia adalah dengan transfusi darah secara rutin. Namun, transfusi darah secara rutin dapat menyebabkan kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan hemosiderosis sehingga menimbulkan cedera organ khususnya pada hati, jantung, dan organ endokrin. Selain itu, masalah terkait zat besi juga dapat mengakibatkan kesulitan makan sehingga berkurangnya asupan nutrisi. Maka dari itu, NutriCiers wajib memperhatikan rekomendasi dibawah ini untuk membantu penderita thalasemia.
- Membatasi konsumsi daging
Penderita thalasemia wajib menghindari makanan yang kaya akan zat besi seperti daging merah, ikan, sayap & dada ayam, serta hati dan ginjal. Gantikan konsumsi protein hewani dengan protein nabati. Konsumsilah makanan yang memiliki kandungan zat besi non-heme (zat besi yang penyerapannya jauh lebih rendah) seperti cokelat, umbi-umbian, telur, dan sereal.
- Konsumsi produk susu secara rutin
Susu, yogurt, dan keju dapat mengurangi penyerapan zat besi dalam tubuh. Kandungan kalsiumnya yang tinggi juga dibutuhkan oleh tubuh. Maka dari itu, penderita thalasemia wajib mengkonsumsi produk susu secara rutin dengan jumlah yang cukup agar tidak mengalami kerusakan tulang.
- Wajib mengkonsumsi kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti gandum, jagung, beras, dan lain-lain bisa mengurangi penyerapan zat besi non-heme. Sehingga, sangat dianjurkan untuk penderita thalasemia.
- Kurangi makanan yang mengandung Vitamin C
Vitamin C adalah salah satu faktor yang mempercepat penyerapan zat besi. Biasanya vitamin C masuk ke dalam tubuh lewat buah dan sayur yang dikonsumsi. Beberapa peneliti mengatakan bahwa vitamin C tetap wajib dikonsumsi, tetapi dalam kadar rendah. Hal tersebut dikarenakan buah dan sayur memiliki efek positif lainnya ke dalam tubuh.
- Wajib mengkonsumsi makanan dengan Vitamin E yang tinggi
Kelebihan zat besi biasanya berdampak pada stres sel, dan faktanya vitamin E bisa mengurangi risiko kerusakan sel. Maka dari itu, Vitamin E yang biasa ditemukan di jagung, almond, kedelai, dan lemak hewani dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.
Semoga tips-tips ini membantu ya, NutriCiers! Salam Gizi, Sehat berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
