Cegah Risiko Anemia, Berbasis Lingkungan Kerja!
Hai NutriCiers!
Anemia menjadi salah satu masalah gizi yang paling sering dijumpai pada wanita. Anemia didefinisikan sebagai kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl. Saat anemia, badan terasa lemah, lesu, dan mudah capek, yang juga dikenal dengan istilah 5 L (Lesu, Letih,Lemah,Lelah,Lalai), disertai pusing (‘kepala terasa berputar’), mata berkunang-kunang, mudah mengantuk, serta sulit konsentrasi karena kadar oksigen dalam jaringan otak dan otot kurang dari seharusnya.
Anemia memang lebih banyak terjadi pada perempuan, khususnya remaja putri dan ibu hamil. Walaupun demikian, pada dasarnya anemia dapat dialami oleh semua orang. Apapun profesi dan latar belakang seseorang, baik itu petani, mahasiswa, anak sekolah, ibu rumah tangga, pekerja kantor, dan lain sebagainya, bisa jadi berisiko anemia.
Khususnya bagi individu pekerja, risiko anemia sangat perlu untuk diperhatikan mengingat dampaknya terhadap penurunan kebugaran dan kemampuan berkonsentrasi sehingga mampu menurunkan capaian atau produktivitas kerja.
Apakah NutriCiers tahu?
Bahwa lingkungan kerja memegang peranan penting dalam mencegah anemia maupun mengontrol nilai hemoglobin, terutama bagi pekerja wanita. Studi menunjukan bahwa program gizi berbasis tempat kerja dengan menyediakan tablet tambah darah dan makanan bergizi secara signifikan mampu meningkatkan konsentrasi hemoglobin. Bagi suatu perusahaan maupun instansi tentunya ingin memberikan kesejahteraan dan menjaga kesehatan karyawan agar hasil kerja yang dicapai dapat maksimal.
Untuk itu, berikut adalah beberapa rekomendasi cara yang dapat dilakukan dalam mencegah dan mengontrol anemia berbasis lingkungan kerja :
- Adakan Penyuluhan atau Edukasi
?????????????????????Cara ini secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan pekerja wanita mengenai pentingnya mencegah anemia dan mengontrolnya melalui konsumsi makanan kaya zat besi (seperti: hati ayam, daging sapi, tempe, sayuran hijau).
- Sediakan Kantin Sehat atau Makanan Bergizi
Cara ini diketahui efektif mengingat seringkali karena jadwal yang padat pekerja sering melakukan skipping meal dan mengkonsumsi makanan yang tidak bervariasi sesuai dengan pedoman gizi seimbang.
- Sediakan Layanan Kesehatan
Baik dalam bentuk upaya promotif, preventif, maupun kuratif yaitu seperti pemberian tablet tambah darah 1 minggu sekali secara rutin bagi wanita usia subur, pengecekan Hb berkala, dan konsultasi berkoordinasi dengan pihak terkait.
Beberapa rekomendasi diatas tentunya dapat diterapkan sebagai suatu langkah intervensi berbasis program gizi di lingkungan kerja.
Dengan demikian, dimanapun masyarakat Indonesia berada termasuk di dalam lingkungan bekerja, pencegahan anemia tetap harus diperhatikan demi meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
Salam Gizi Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
