Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Kedelai Sebagai Salah Satu Solusi Sumber Protein Bagi Pasien PGK

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Kedelai Sebagai Salah Satu Solusi Sumber Protein Bagi Pasien PGK
Protein pada kedelai dapat mempengaruhi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus penderita PGK

Hai Nutriciers!

            Ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi regulasi tekanan darah,fungsi endoktrin,transport zat terlarut air,keseimbangan asam basa dan pembuangan metabolit sisa. Gangguan pada ginjal menyebabkan gangguan fisiologi yang kompleks berkaitan dengan regulasi tersebut. Penyakit ginjal kronik bersifat irereversible dimana kerusakan terjadi secara permanen sehingga tidak dapat kembali seperti sedia kala,penyakit ginjal kronik biasanya berakhir dengan gagal ginjal. Di Indonesia menurut RISKESDAS terjadi peningkatan jumlah penderita gagal ginjal kronis berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk umur > 15 tahun dimana pada tahun 2013 terdapat 2.0% dan pada tahun 2018 sebanyak 3.8%.

            Seseorang yang sudah terdiagnosis PGK terutama belum mendapatkan terapi Hemodialisis atau cuci darah perlu memperhatikan asupan protein. Dimana kebutuhan protein pada orang normal dan penderita PGK berbeda,karena terjadi penurunan fungsi ginjal sehingga tidak dapat mengikat protein melainkan melepaskan dan semakin merusak ginjal. Pembatasan protein dapat mencegah bahaya hiperfiltrasi akibat meningkatnya laju filtrasi glomerulus sesaat yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan nefron.

            Asupan protein diutamakan dari bahan makann yang mengandung asam amino dan BCAA,salah satu bahan makanan yaitu kedelai. Kedelai merupakan bahan makanan yang mengandung asam amino ketogenik dan BCAA,dimana profil asam amino protein kedelai berbeda dari kebanyakan protein hewani. Protein pada kedelai dapat mempengaruhi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus penderita PGK.

            Kedelai pada masyarakat indonesia sudah dikenal oleh banyak orang dan sudah diolah menjadi beberapa jenis olahan pangan,diantaranya:

  1. Tempe

Tempe merupakan makanan dengan nilai ekonomis rendah sehingga dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Selain memiliki nilai protein yang tinggi,tempe juga kaya akan serat pangan yaitu sekitar 8-10 g/100 gram. Serat pangan ini berasal dari miselium kapang dimana fungsinya yaitu mengubungkan satu butiran kedelai dengan kedelai lainnya yang akhirnya membentuk suatu massa padat berwarna putih,kompak dan utuh. Karena tingginya serat pangan,tempe juga baik dikonsumsi bagi penderita DM (Diabetes milletus).

  1. Susu Kedelai

Susu kedelai merupakan minuman hasil ekstraksi protein biji kedelai dengan menggunakan air panas. Bau langu diakibatkan oleh aktivitas enzim lipoksigenase yang ada dalam biji kedelai. Enzim tersebut menghasilkan etil fenil keton yang menyebabkan rasa khas dan bau langu. Susu kedelai mengandung serat sebesar 3g/100g sehingga dapat memenuhi 10% kebutuhan serat sehar. Susu Kedelai sering dijadikan alternatif bagi sebagian orang yang memiliki intoleransi laktosa.

Baik bagi penderita PGK untuk mengonsumsi olahan kacang kedelai sebagai solusi untuk mendapatkan protein sehingga kebutuhan protein dapat terpenuhi.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#ginjal#Hari Ginjal Sedunia#kedelai#Penyakit Ginjal Kronik#tempe

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Waspada Retirement Syndrome pada Lansia

Jika dibiarkan terus menerus, syndrome ini dapat mengakibatkan depresi. Sumber gambar : paxels Hai NutriCiers! Pekerjaan selalu menjadi prioritas bagi setiap individu dan rata-rata setiap orang akan m

Bariza Diah Astari