Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Dukung Ibu Bekerja Untuk Tetap Memberikan ASI Eksklusif!

Ditulis oleh Anisa Gita Ayu Sekarini2 menit baca
Dukung Ibu Bekerja Untuk Tetap Memberikan ASI Eksklusif!
Peran ganda perempuan sebagai ibu bekerja dan ibu menyusui tetap dapat dilakukan, salah satunya dengan pemberian ASI eksklusif secara tidak langsung.
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/breastfeeding-blonde-baby-close-up-head-portrait_3337124.htm#page=1&query=breastfeeding&position=7

Hai NutriCiers!

Menyusui eksklusif adalah memberikan Air Susu Ibu (ASI) tanpa disertai makanan dan/atau minuman selain ASI. WHO menyarankan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan.

Disamping peran pentingnya sebagai ibu menyusui, peran perempuan dalam dunia kerja juga tidak dapat diabaikan. Ibu bekerja yang baru saja melahirkan memiliki tekanan pada manajemen waktu dan pengeluaran energi dalam perannya di kantor dan peran menjadi seorang Ibu. Hal tersebut menimbulkan potensi stres dan konflik di rumah maupun di kantor. Saat melahirkan, biasanya Ibu yang bekerja akan mengambil cuti sementara. Namun ketika sudah mulai bekerja kembali, beberapa Ibu merasa tidak dapat memberikan ASI lagi pada bayinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI pada ibu yang bekerja antara lain usia Ibu, asupan gizi, dukungan keluarga, pengetahuan terkait ASI, waktu bekerja, dan fasilitas menyusui di tempat kerja yang kurang memadai.

Ibu yang bekerja tetap dapat memberikan ASI secara tidak langsung. Pemberian ASI dapat dilakukan dengan menggunakan botol maupun sendok. Sebelum bekerja, Ibu dapat memompa ASI dan menyimpannya dengan cara yang benar.

Berikut adalah 6 tips dalam memompa dan menyimpan ASI yang bisa Ibu terapkan :

  1. Sebelum mulai memompa, cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau bersihkan menggunakan hand-sanitizer. Memerah ASI dapat dilakukan langsung dengan tangan maupun bantuan pompa manual atau elektrik.
  2. ASI perah dapat disimpan pada kantong penyimpanan ASI yang terbuat dari kaca atau plastik, hindari menyimpan ASI perah pada botol dengan simbol PET nomer 7 karena mengandung kontaminan BPA.
  3. ASI perah yang disimpan pada suhu ruang memiliki daya tahan hingga 4 jam, disimpan pada kulkas/pendingin memiliki daya tahan hingga 4 hari, dan pada freezer memiliki daya tahan 6-12 bulan.
  4. Sebelum menyimpan ASI perah, pastikan untuk menulis tanggal dan jam perah agar dapat mengetahui daya simpan ASI.
  5. Menerapkan sistem FIFO (First in, first out) karena semakin lama ASI disimpan maka kualitasnya akan menurun.
  6. Untuk mencairkan ASI perah yang beku, letakkan ASI dalam kulkas (pada bagian chiller / refrigerator) semalaman, lalu hangatkan dengan menaruh pada air hangat. Dilarang mencairkan atau menghangatkan ASI perah dengan microwave atau kompor, karena suhu tinggi dapat merusak kandungan gizi dalam ASI. Ketika ASI perah telah dihangatkan, pastikan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu 2 jam.

Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memang bukan hal yang mudah, terutama ketika Ibu bekerja. Untuk itu, perlu adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar supaya Ibu yang bekerja sekalipun tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Yuk, dukung pemberian ASI eksklusif!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#ASI#ASI Eksklusif#Bayi#gizi#gizi anak#Hari Perempuan Internasional#Healthy#ibu menyusui#kesehatan#laktasi#nutrisi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya