Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Benarkah Soda Tidak Baik untuk Penderita Asma?

Ditulis oleh Hanifah Nurul Aulia2 menit baca
Benarkah Soda Tidak Baik untuk Penderita Asma?
Gula pada soft drink atau soda memicu reaksi inflamasi dan meningkatkan risiko asma.
Sumber foto: pexels

Hai, NutriCiers!

Asma merupakan penyakit paru kronis pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas (hiperaktivitas bronkus), sehingga menimbulkan gejala episodik berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk. Asma dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergi terhadap benda atau makanan, emosi, latihan fisik, dan flu biasa. Faktor genetik juga menjadi salah satu penyebab orang mengidap asma. Studi baru-baru ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara gizi dengan asma.

NutriCiers, apakah kamu suka minum soda? Soda merupakan minuman berkarbonasi yang mengandung tinggi gula fruktosa dan jika dikonsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, serta memicu karies gigi pada anak. Tak hanya obesitas atau penyakit metabolik lain, konsumsi soda atau soft drink ternyata berhubungan dengan asma, lho!

Tingkat konsumsi soft drink yang tinggi dikaitkan dengan prevalensi asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang lebih besar, seperti yang ditunjukkan studi di Australia. Studi ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi soda atau soft drink dengan asma pada kelompok dewasa, baik pria maupun wanita. Orang yang mengonsumsi lebih dari ½  liter soft drink tiap harinya dan memiliki kebiasaan merokok berisiko 1,5 kali lebih besar terkena asma dan 6,6 kali lebih berisiko terkena PPOK.

Hal yang sama juga ditunjukkan pada kelompok anak-anak. Penelitian menyatakan bahwa konsumsi soft drink berhubungan dengan peningkatan kemungkinan asma dan timbulnya mengi pada anak. Tak hanya itu, konsumsi soft drink pada masa kehamilan juga dapat meningkatkan risiko asma pada anak. Dibandingkan dengan anak yang tidak minum soda, anak yang minum soda dua kali sehari memiliki kemungkinan 1,28 kali mengalami asma.

Terdapat beberapa mekanisme yang menjelaskan hubungan soda atau soft drink dengan kejadian asma, seperi kandungan pengawet dalam soft drink, kemasan, dan peradangan yang disebabkan konsumsi soft drink. Konsumsi soft drink juga meningkatkan risiko obesitas, yang berhubungan dengan peradangan dan asma. Diduga kandungan gula dalam soft drink mendorong adanya peradangan yang berakibat pada perkembangan asma. Konsumsi minuman manis yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan penanda inflamasi atau peradangan, seperti C-reactive protein (CRP). Penyebab lainnya adalah kandungan zat aditif pada soft drink, seperti natrium benzoat dan sulfit yang menimbulkan gejala pada penderita asma.

NutriCiers, ternyata soda atau soft drink mempunyai hubungan dengan perkembangan asma. Oleh karena itu, gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat harus dilakukan sebagai salah satu cara untuk mencegah asma.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Asma#Healthy#Information#minuman#paru-paru#pencegahan#Soda#soft drinks

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Kenali Post Dengue Fatigue Syndrome

PDFS adalah kondisi kelemahan otot yang muncul setelah infeksi virus dengue Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/sick-young-woman-lying-bed-with-closed-eyes-coughing_4167128.htm#page=1&q

Silvia Bufa Amanda