Hai NutriCiers!
Hemofilia? Apa tuh?
Hemofilia merupakan penyakit langka yang diturunkan dari orang tua. Hemofilia terjadi ketika adanya gangguan dalam proses pembekuan darah sehingga perdarahan yang terjadi sulit berhenti.Normalnya, ketika terjadi perdarahan, tubuh akan berusaha untuk mencegah terjadinya lebih banyak kehilangan darah. Peristiwa ini disebut sebagai proses hemostasis, dimana akan ada mekanisme pembekuan darah yang melibatkan protein yang disebut sebagai faktor pembekuan darah. Nah, berbeda pada penderita hemofilia, tubuh kekurangan faktor pembekuan darah ini alhasil darah tetap terus keluar dari pembuluh darah. Hemofilia yang banyak diderita adalah hemofilia A, yaitu ketika penderita kekurangan faktor VIII pembekuan darah dan hemofilia B, yaitu ketika penderita kekurangan faktor IX pembekuan darah. Hal ini dikarenakan adanya mutasi gen yang mengkode kedua faktor pembekuan darah tersebut.
Banyak Diderita oleh Laki-laki
NutriCiers, berdasarkan data, 1 dari 5000 anak laki-laki menderita hemofilia. Seperti yang sudah disebutkan di atas, hemofilia terjadi ketika ada mutasi gen yang mana dipengaruhi oleh kromosom X sebagai faktor pembekuan darah. Perempuan memiliki dua kromosom X sedangka laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y. Jika kromosom X pada laki-laki mengalami mutasi, maka faktor pembekuan darahnya terganggu. Berbeda dengan perempuan, apabila salah satu kromosom X mengalami mutasi, maka ia memiliki kromosom X lain sehingga tidak terjangkit hemofilia namun berstatus pembawa penyakit (carrier). Akibatnya, jika sang ibu dari anak laki-laki mengalami mutasi gen, terutama pada faktor VIII atau IX yang terletak pada kromosom X, maka anaknya akan menderita hemofilia.Jika kita lihat dari sini, bisa diketahui mengapa hemofilia lebih banyak diderita oleh laki-laki. Eits, tapi bukan berarti perempuan tidak bisa mengalami hemofilia ya, tetapi memang kasus ini jarang terjadi.
Hari Hemofilia Sedunia
Hari Hemofilia Sedunia (World Hemophilia Day) diperingati setiap tanggal 17 April. Hari peringatan ini sudah dimulai sejak dulu loh, yaitu pada tahun 1989 oleh World Federation of Hemophilia (WFH) yang didirikan oleh Frank Schnabel. Untuk memperingatinya, sejumlah tempat umum dan terkemuka di berbagai negara akan menerapkan tradisi Light It Up Red, dimana pada spot tersebut akan diterangi cahaya berwarna merah sebagai bentuk simbolis.
Adapting to Change diangkat sebagai tema tahun ini, mengingat pandemi covid-19 yang memberi dampak pada para penderita hemofilia. World Federation of Hemophilia (WFH) menyediakan wadah untuk siapa pun yang ingin menceritakan bagaimana para penderita hemofilia beradaptasi pada perubahan saat ini. NutriCiers bisa ikut memperingati ini dengan mengganti foto profil di media sosial kamu dan meramaikannya dengan Light It Up Red.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
