Hari Aktivitas Fisik Sedunia: Mengapa Aktivitas Fisik Penting dan Bagaimana Anjurannya?
Halo, NutriCiers!
Tahukah kamu? Tanggal 6 April diperingati sebagai hari aktivitas fisik sedunia. Kementerian Kesehatan RI telah berupaya untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat, misalnya melalui virtual run challenge yang diadakan tahun lalu dalam rangka hari kesehatan nasional. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melakukan aktivitas fisik dengan berbagai hadiah untuk dimenangkan.
Rutin melakukan aktivitas fisik menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, masih banyak yang malas melakukannya karena berbagai alasan. Aktivitas fisik tak selalu berat, loh! Mengapa aktif secara fisik sangat penting dan bagaimana anjurannya? Yuk, simak informasi berikut!
Pengertian aktivitas fisik
Menurut Kemenkes RI, aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh oleh kerja otot rangka yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi. Tak hanya olahraga berat, aktivitas fisik juga termasuk kegiatan ringan yang menghasilkan gerak, misalnya berjalan, bersepeda, dan sebagainya. Secara umum, aktivitas fisik terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
Aktivitas fisik ringan, misalnya berjalan santai, menyapu, mengepel, memancing.
Aktivitas fisik sedang, misalnya berjalan cepat, berkebun, bulutangkis rekreasional, tenis meja.
Aktivitas fisik berat, misalnya berjalan mendaki bukit, jogging, berlari, basket, sepak bola.
Mengapa penting?
Rutin melakukan aktivitas fisik dapat mengurangi berbagai risiko penyakit, seperti jantung, stroke, dan kanker. Tak hanya itu, aktivitas fisik juga membantu menghilangkan stress dan kecemasan, serta menaikkan mood. Melakukan aktivitas fisik secara teratur akan membantu meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan dan mengurangi risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, aktivitas fisik sangat penting dilakukan.
Anjuran aktivitas fisik
Bagaimana aktivitas fisik yang dianjurkan? Menurut WHO, anak dan remaja usia 5-17 tahun direkomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, terutama aerobik selama 60 menit per hari setidaknya 3 kali dalam seminggu. Pada usia ini, aktivitas fisik bertujuan untuk perkembangan tulang dan otot, menjaga berat badan ideal, dan bagus untuk kesehatan mental. Anak dan remaja juga dianjurkan untuk membatasi screen time.
Sedangkan untuk orang dewasa usia 18-64 tahun, direkomendasikan untuk rutin melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang selama 150-300 menit atau intensitas berat selama 75-150 menit dalam seminggu. Aktivitas fisik ini bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot dan kapasitas kerja, serta menurunkan risiko berbagai macam penyakit.
NutriCiers, usia senja tidak menjadi halangan untuk beraktivitas. Anjuran aktivitas fisik bagi lansia juga sama dengan orang dewasa. Namun, tentu saja harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Tak hanya mencegah penyakit, aktif secara fisik pada usia ini juga memberikan manfaat pada kesehatan mental.
NutriCiers, sudah beraktivitas fisik hari ini? Jika belum, yuk lakukan agar tubuh lebih sehat dan bugar!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
