Kenapa Ya Bubur Kacang Hijau Selalu Dibagikan Setiap Berkunjung ke Posyandu?
Halo, NutriCiers!
Setiap kali kita berkunjung ke Posyandu untuk memeriksakan kesehatan si kecil, seringkali kita diberikan makanan-makanan sehat. Entah itu ketika sedang menunggu giliran pemeriksaan ataupun saat pulang ke rumah. Biasanya, makanan yang paling sering dibagikan adalah bubur kacang hijau. Hmm, kenapa ya bubur kacang hijau seringkali dibagikan tiap kita pergi ke Posyandu? Benarkah bubur kacang hijau baik untuk tumbuh kembang si kecil? Yuk, simak penjelasan berikut ini!
1. Kaya Akan Zat Gizi
Seporsi bubur kacang hijau mengandung energi 130 kkal, protein 4,24 gram, karbohidrat 21,31 gram, dan lemak 3,68 gram. Kandungan gizi ini cocok untuk dijadikan makanan pendamping ASI balita usia 6 bulan sampai 2 tahun. Kacang hijau sendiri ternyata mengandung protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi dan ayam! Selain itu, kandungan serat, vitamin, dan mineralnya juga unggul sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi si kecil yang sedang pesat pertumbuhan dan perkembangannya.
2. Meningkatkan Status Gizi Balita
Balita merupakan masa-masa kritis dimana anak rentan terkena berbagai penyakit. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan gizi. Di Indonesia, stunting adalah salah satu masalah serius yang bisa menimpa balita akibat kekurangan jumlah dan kualitas makanan bergizi. Kabar baiknya, penelitian menemukan bahwa pemberian bubur kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) dapat meningkatkan status gizi si kecil, lho, NutriCiers! Jadi, bisa dijadikan sebagai alternatif variasi MPASI yang menyehatkan, nih.
3. Teksturnya Cocok untuk Balita
Ketika si Kecil mulai menginjak usia 6 bulan, ia harus mulai diberikan MPASI. Tentunya, tekstur makanan harus disesuaikan dengan tahap pertumbuhannya. Pada usia 6 bulan, anak bisa mengkonsumsi bubur semi-padat. Mulai usia 8 bulan ia bisa mengonsumsi makanan yang lebih padat lagi. Di usia 1 tahun ke atas, biasanya anak sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga. Bubur kacang hijau memiliki tekstur yang tepat untuk balita. Namun, sesuaikan dengan kemampuan makannya, ya, NutriCiers!
4. Bahan Mudah Didapat dan Dibuat
Tahukah NutriCiers, bahwa kacang hijau bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia? Inilah kenapa bubur kacang hijau sering dijadikan makanan PMT di Posyandu. Selain itu, cara membuatnya sangat mudah. Cukup rebus kacang hijau, jahe, dan daun pandan hingga kacang empuk. Lalu, campurkan gula merah, garam, dan santan. Bubur kacang hijau siap dihidangkan!
Jadi, demikianlah penjelasan kenapa bubur kacang hijau merupakan makanan yang wajib dibagikan setiap kita berkunjung ke Posyandu. Selain bergizi dan sesuai untuk tumbuh kembang balita, bubur jacang hijau juga mudah dibuat dan rasanya disukai si kecil.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
