Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Makanan Ibu Hamil Penentu Masa Depan Si Kecil

Ditulis oleh Wardatul Ashfia5 menit baca
Makanan Ibu Hamil Penentu Masa Depan Si Kecil

Halo NutriCiers!

Masa kehamilan adalah periode emas yang menentukan kesehatan ibu dan bayi, baik selama kehamilan maupun setelah persalinan.

Salah satu kunci utama agar kehamilan berjalan lancar adalah pola makan seimbang. Bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan zat gizi ibu, tapi juga untuk mencegah risiko serius seperti anemia dan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) pada bayi.

Perubahan Volume Darah Saat Hamil: Apa Dampaknya?

Memasuki akhir trimester pertama kehamilan, tubuh ibu mulai mengalami peningkatan volume darah. Hingga usia kehamilan 34 minggu, volume plasma darah bisa naik sekitar 50% dibanding sebelum hamil. Namun, jumlah peningkatan ini bisa berbeda-beda.

Ibu yang memiliki volume darah rendah sebelum hamil cenderung mengalami peningkatan yang lebih besar.

Peningkatan volume darah ini sangat penting untuk mendukung kehamilan. Jika peningkatannya terlalu kecil, ada risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), keguguran, atau bahkan bayi lahir mati.

Mengapa Keseimbangan Zat Gizi Penting?

Saat volume darah meningkat, tubuh juga perlu lebih banyak zat gizi penting, seperti protein, mineral, dan vitamin.

Jika asupan gizi tidak mencukupi, kadar zat gizi dalam setiap 100 ml darah bisa menurun, meskipun jumlah totalnya naik. Ini bisa membuat tubuh ibu kekurangan zat penting yang dibutuhkan janin.

Terjadi Pengenceran Darah (Hemodilusi)

Meski jumlah sel darah merah meningkat selama hamil yaitu 20-30%, jumlahnya tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma darah.

Akibatnya, rasio sel darah merah terhadap volume darah menurun yang disebut pengenceran darah atau hemodilusi.

Normalnya, kadar hemoglobin sebelum hamil berada di angka 13–14 gr/dl. Saat hamil, bisa turun menjadi 10–11 gr/dl. Penurunan ini wajar dan tidak selalu berarti anemia. Namun, tetap penting untuk menjaga asupan zat besi dan gizi lainnya agar tidak terjadi anemia yang berisiko bagi ibu dan janin.

Pesan Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil

Ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil karena zat gizi yang masuk dibutuhkan juga oleh janin, selain untuk kebutuhan ibu sendiri.

Janin tumbuh dengan mengambil zat gizi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan dari simpanan zat gizi yang berada di dalam tubuh ibu.

  1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam pangan yang lebih banyak

Selama masa kehamilan, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang lebih beragam dan bergizi untuk mencukupi kebutuhan energi, protein, serta vitamin dan mineral.

Zat gizi ini penting untuk menjaga kesehatan ibu, mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, serta mempersiapkan cadangan gizi untuk masa menyusui nanti.

Beberapa zat gizi penting yang sangat dibutuhkan selama kehamilan adalah protein, zat besi, asam folat, kalsium, dan yodium.

Protein

Kebutuhan protein meningkat saat hamil karena dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan menjaga daya tahan tubuh ibu. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi sumber protein hewani seperti ikan, telur, ayam, dan daging.

Zat Besi

Zat besi sangat penting untuk membentuk sel darah merah dan jaringan baru. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia (kurang darah) yang berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, pendarahan saat melahirkan, hingga kematian ibu dan bayi.

Ikan, daging, dan hati merupakan sumber zat besi yang baik. Ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan dan masa nifas.

Asam Folat

Asam folat dibutuhkan untuk pembentukan sel dan sistem saraf, termasuk sel darah merah. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan janin.

Sayuran hijau seperti bayam, serta kacang-kacangan dan buah berwarna-warni, merupakan sumber asam folat dan vitamin yang baik. Buah berserat juga membantu mencegah sembelit, yang sering terjadi pada ibu hamil.

Kalsium

Kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Jika asupan kalsium ibu tidak cukup, ibu berisiko mengalami pengeroposan tulang dan komplikasi kehamilan seperti preeklamsia (keracunan kehamilan).

Remaja hamil perlu perhatian khusus karena tubuh mereka juga masih dalam masa pertumbuhan. Sumber kalsium yang baik antara lain sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan teri, dan susu.

Yodium

Yodium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak dan saraf janin. Kekurangan yodium dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak (seperti kretinisme), menurunkan IQ anak, bahkan meningkatkan risiko kematian bayi.

Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan laut seperti ikan, udang, kerang, dan rumput laut. Selain itu, pastikan garam yang digunakan adalah garam beryodium.

Mengatasi Mual dan Muntah Berlebihan (Hyperemesis Gravidarum)

Jika ibu hamil mengalami mual dan muntah yang berlebihan, disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun sering, menghindari makanan berlemak dan berbumbu tajam, serta tidak makan secara berlebihan dalam satu waktu.

  1. Batasi mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi

Selama kehamilan, penting bagi ibu untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi garam. Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) pada ibu hamil.

Hipertensi selama kehamilan dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti kematian janin, terlepasnya plasenta sebelum waktunya, dan gangguan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, mengontrol asupan garam merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

  1. Minum air putih yang lebih banyak

Air putih adalah pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh secara optimal.

Air memiliki banyak fungsi penting, seperti membantu proses pencernaan, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, menyusun sel darah merah, menjaga keseimbangan asam-basa, dan mengatur suhu tubuh.

Kebutuhan cairan pada ibu hamil meningkat karena tubuh harus mendukung sirkulasi darah janin, pembentukan cairan ketuban, dan peningkatan volume darah.

Untuk itu, ibu hamil dianjurkan minum air putih sebanyak 2–3 liter per hari, atau sekitar 8–12 gelas sehari.

  1. Batasi minum kopi

Konsumsi kopi pada ibu hamil sebaiknya dibatasi karena kandungan kafein di dalamnya bersifat diuretik (meningkatkan frekuensi buang air kecil) dan stimulan (merangsang sistem saraf), yang dapat menyebabkan dehidrasi serta peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam cokelat, teh, dan minuman berenergi.

Bahkan, satu botol minuman energi bisa mengandung kafein setara dengan 1–2 cangkir kopi. Kafein juga mengandung zat inhibitor yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, dan jika dikonsumsi berlebihan, dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin karena sistem metabolisme janin yang belum sempurna.

Oleh karena itu, konsumsi kafein bagi ibu hamil sebaiknya tidak melebihi 100 mg per hari, atau setara dengan 1–2 cangkir kopi. Ibu hamil sangat disarankan untuk bijak dalam mengonsumsi kopi, bahkan jika memungkinkan, sebaiknya dihindari sama sekali.

Jika ingin tahu lebih detail tentang pola makan yang tepat selama hamil, ibu dapat langsung konsultasi gizi dengan ahli gizi di aplikasi Nutric.id. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi Ibu untuk mengetahui saran menu yang sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#ibu hamil

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Strategi Pencegahan DBD Selama Berwisata

Pencegahan diri dari Demam Berdarah Dengue (DBD) harus dipersiapkan dan dilakukan kapanpun, khusunya saat liburan/berkunjung di daerah lembab atau rawan hujan. Sumber gambar : https://www.pexels.com/p

Bariza Diah Astari