Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Serba-Serbi Ketupat: Kandungan Gizi Hingga Cara Menyimpan

Ditulis oleh Hanifah Nurul Aulia2 menit baca
Serba-Serbi Ketupat: Kandungan Gizi Hingga Cara Menyimpan
Ketupat memiliki kadar air yang tinggi sehingga perlu disimpan dengan cara yang tepat agar tidak cepat rusak
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/traditional-ketupat-background_2584832.htm#page=1&query=ketupat&position=8

Hai, NutriCiers!

Momen hari raya idul fitri, tentu tidak dapat terlepas dari hidangan khasnya. Salah satu makanan yang biasa tersaji di meja makan saat idul fitri adalah ketupat. Ketupat merupakan makanan berbahan baku beras yang dibungkus daun kelapa muda atau janur, umumnya berbentuk kantong segi empat dan diolah dengan cara direbus. Di berbagai daerah di Indonesia, cara penyajian dan sajian pelengkap ketupat sangatlah bervariasi. NutriCiers, apakah kamu tahu kandungan dari ketupat dan cara menyimpannya? Ini dia serba-serbi ketupat yang perlu kamu tahu!

Filosofi ketupat

Ketupat memiliki makna “ngaku lepat” dalam bahasa jawa yang berarti mengaku salah. Kerumitan dalam pembuatan ketupat memiliki makna kesalahan manusia dan beras yang berwarna putih melambangkan kebersihan dan kesucian.

Kandungan gizi

Bahan baku pembuatan ketupat adalah beras putih. Dalam satu buah ketupat biasanya digunakan ±50 g beras putih. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia, kandungan gizi 50 g beras putih adalah 178,5 kal energi; 4,2 g protein; 0,85 g lemak; dan 38,5 g karbohidrat. Sedangkan, menurut Kementerian Kesehatan RI dalam leaflet gizi seimbang,  ketupat memiliki kandungan kalori sebesar 32 kal dalam satu porsinya.

Masa simpan dan kerusakan

Pada suhu ruang, biasanya ketupat tidak bertahan lama, yaitu sekitar dua hari. Hal ini disebabkan oleh kadar air dalam ketupat yang cukup tinggi, sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Setelah disimpan selam 26-29 jam, ketupat dapat ditumbuhi kapang jenis Rhizopus sp yang berbentuk seperti kapas putih kehitaman. Selain kapang, ketupat juga dapat terkontaminasi bakteri, jika tidak diolah dengan baik, misalnya Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus.

Tips menyimpan ketupat

NutriCiers, cara berikut dapat kamu lakukan untuk memperpanjang umur simpan ketupat.

Bersihkan ketupat dari lendir air rebusan

Ketupat dapat menjadi lebih awet dengan meminimalisir peningkatan aktivitas air. Salah satu caranya dengan membersihkan ketupat dari lendir air rebusan dan meniriskannya sebelum disimpan dalam kondisi kering dan tertutup.

Simpan dalam refrigerator

Menyimpan ketupat di kulkas pada suhu sekitar 4°C dapat membuat ketupat tidak cepat basi. Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, pastikan ketupat telah kering dan diletakkan pada wadah kedap udara atau plastik bersih. Jika akan dihidangkan kembali, keluarkan ketupat dari kulkas dan biarkan pada suhu ruang selama beberapa saat lalu dikukus selama 30 menit.

Menggantung ketupat

Menyimpan ketupat dengan cara digantung juga dapat meminimalisir kandungan air, sehingga ketupat tidak cepat basi. Cara ini dapat membuat ketupat bertahan ±24 jam dalam suhu ruang.

NutriCiers, itu dia kandungan gizi, masa simpan, dan tips menyimpan ketupat agar lebih tahan lama. Semoga bermanfaat!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#gizi#Healthy#Idul Fitri#Information#ketupat#lebaran#makanan lebaran#sehat#tips

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hari Pangan: Jadi Pahlawan Pangan untuk Negeri

Upaya menanam dan mengurangi sampah sisa makanan dapat memberantas kelaparan Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/sayuran-lot-264537/ Halo NutriCiers! Hari pangan sedunia atau World Food D

Ivana Gelasia Lamudji