Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Disabilitas dan Malnutrisi: Rantai Masalah Kesehatan yang Tak Terpisahkan

Ditulis oleh Fathurrahmi Ichwan Alduaira2 menit baca
Disabilitas dan Malnutrisi: Rantai Masalah Kesehatan yang Tak Terpisahkan
Orang dengan disabilitas berat disertasi kondisi malnutrisi dapat menyebabkan kematian

Halo NutriCiers!

Malnutrisi dan disabilitas merupakan masalah kesehatan dunia utama karena merupakan masalah hak asasi manusia. Keduanya adalah rantai yang saling mempengaruhi. Diketahui bahwa malnutrisi dapat menyebabkan cacat fisik, sensorik, intelektual, atau mental seseorang. Begitu pula sebaliknya kondisi cacat fisik, sensorik, intelektual, atau mental dapat mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan makan seseorang yang berefek pada kondisi malnutrisi.

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, sekitar 15 dari 100 orang di dunia menyandang disabilitas. Antara 2-4 dari 100 orang mengalami disabilitas berat. Diantara angka tersebut, terdapat kondisi penyerta yaitu malnutrisi. Hal  ini dapat mengakibatkan kesehatan dan perkembangan menjadi terganggu bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, beberapa organisasi kesehatan di dunia maupun di Indonesia menyadari pentingnya mendeteksi malnutrisi pada disabilitas lebih awal. Selain deteksi awal malnutrisi pada disabilitas, pemilihan makanan yang tepat juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Berikut adalah makanan yang tepat bagi penyandang disabilitas:

  1. Pilih makanan alami yang tidak diproses secara berlebihan dan tidak mengandung bahan buatan ataupun zat beracun. Ingat, baca label dengan cermat.
  2. Pilih makanan biji-bijian utuh daripada produk biji-bijian olahan. Cobalah nasi merah dan spaghetti gandum atau pasta bayam. Sertakan kacang kering dan roti gandum utuh. Namun jangan lupa untuk beberapa kondisi disabilitas seperti autisme dikhususkan untuk tidak dianjurkan mengonsumsi produk makanan yang mengandung gluten (protein pada gandum dan tepung terigu) karena dapat mendorong perilaku anak menjadi tidak terkendali.
  3. Sertakan ayam dan ikan setidaknya 2-3 kali seminggu dan jangan lupa untuk menghilangkan kulit dari ayam dan kalkun sebelum dimasak. Jika ingin memakan daging merah cobalah untuk memilih daging tanpa lemak.
  4. Pilih rempah-rempah dan herbal yang sehat sebagai bumbu karena kandungan antioksidannya yang baik bagi tubuh.
  5. Pilih produk susu tanpa lemak seperti susu skim, yogurt tanpa lemak, dan keju tanpa lemak. Namun jangan lupa untuk beberapa kondisi disabilitas seperti autisme dikhususkan untuk tidak dianjurkan mengonsumsi susu ataupun produk susu karena kasein (protein susu) yang terdapat di dalamnya dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf pada autisme.
  6. Pilih minyak cair untuk memasak daripada lemak padat yang mengandung tinggi lemak jenuh dan trans. Minyak zaitun selalu menjadi pilihan yang baik.
  7. Pilih jus buah dan sayuran alami daripada soda dan minuman berkalori kosong.
  8. Hindari minuman dengan pemanis buatan, makanan ringan tinggi gula, es krim penuh lemak dan junk food.

Oleh karena itu, yuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar kita terutama pada kasus malnutrisi penyandang disabilitas. Kalau bukan kita yang memutus rantai masalah ini, Siapa lagi? Semoga bermanfaat ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#autisme#biji-bijian#buah#buah-buahan#cacat#disabilitas#fisik#hak asasi manusia#Healthy#Information#intelektual#kesehatan#makanan#malnutrisi#mental#pangan#pemanis#penyakit#sayur#sayur-sayuran#sensorik

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya