Lewati ke konten
NutriClinic
Issues

Amankah Membersihkan Kotoran Telinga dengan Cotton Buds? Simak Fakta Berikut!

Ditulis oleh Annisa Aulia Hawari2 menit baca
Amankah Membersihkan Kotoran Telinga dengan Cotton Buds? Simak Fakta Berikut!
Tindakan membersihkan kotoran telinga dengan cotton buds dapat menyebabkan penumpukan cerumen dibagian dalam telinga

Hai, NutriCiers!

Ketika telinga terasa tidak nyaman, gatal, dan mengeluarkan cairan lilin berwarna kekuningan, apa yang akan NutriCiers lakukan?

Mungkin mayoritas menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan cotton buds (kapas lidi) sebagai jalan ninja untuk membersihkan telinga.

Namun, apakah cotton buds aman digunakan untuk membersihkan kotoran telinga?

Sebelum masuk pada cara membersihkan telinga yang benar, mari kita kenalan dulu dengan kotoran telinga yang membuat sebagian besar orang merasa gemas ingin menyingkirkannya dari telinga.

Kotoran Telinga

Meskipun dijuluki sebagai ‘kotoran’ nyatanya cairan lilin berwarna kuning ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan telinga.

Kotoran telinga memiliki istilah medis yang disebut cerumen, merupakan cairan lilin alami pada liang telinga yang berfungsi melindungi, membersihkan, dan melumasi saluran pendengaran eksternal untuk mencegah infeksi dan masuknya benda asing.

Sebagai anggota kebersihan yang berperan dalam menjaga kesehatan telinga, cerumen memiliki caranya sendiri untuk mengangkut kotoran yang menempel agar dapat terdorong keluar lubang telinga.

Ketika kita mengunyah, menggerakkan rahang, atau tindakan yang tidak disadari seperti pertumbuhan dan pergantian sel kulit di telinga ternyata membantu cerumen yang paling dalam untuk bergerak keluar.

Lantas, perlukah untuk dibersihkan?

Normalnya, cerumen tidak akan menimbulkan keluhan atau gangguan pendengaran karena keberadaannya bersifat menguntungkan dan dibutuhkan.

Jadi, ketika telinga terasa tidak nyaman karena keluarnya cerumen, NutriCiers tidak perlu menggunakan cotton buds, peniti, stainless, atau tindakan mengorek lainnya untuk membersihkan cerumen.

Cukup dengan menggunakan tisu kering atau handuk kering untuk menyeka bagian luarnya.

Jika tindakan mengorek tetap dilakukan, maka berdampak pada timbulnya impaksi cerumen, yaitu kondisi penumpukan cerumen akibat terdorong oleh tindakan mengorek yang menyebabkan gejala diantaranya rasa gatal, nyeri, telinga terasa penuh, gangguan pendengaran, dan berdenging.

Bagaimana jika cerumen yang menumpuk tidak bisa keluar?

Cerumen yang menumpuk, mengeras, dan memblokir liang telinga dikaitkan akibat dari penggunaan cotton buds yang terlalu sering dan agresif, sehingga menimbulkan eksema (peradangan pada kulit) yang menjadi risiko dari impaksi cerumen (cerumen obsturan).

Jika cerumen sudah mengeras, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan obat yang mengandung bahan aktif hidrogen peroksida/fenolgliserin/natrium dokusat untuk melembutkan atau membantu mengeluarkan cerumen.

Namun, jika masalah pendengaran masih dirasakan sebaiknya untuk segera mengunjungi dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan) agar dapat dilakukan diagnosis dan mendapatkan penanganan.

Nah, jadi sudah jelas kalau membersihkan telinga dengan cotton buds adalah perbuatan yang tidak baik untuk kesehatan telinga. Yuk, sebarkan pengetahuan baru dan jangan lupa diterapkan ya NutriCiers!

Salam Gizi Sehat Berkualitas!

Tag:#cotton buds#gangguan pendengaran#gaya hidup sehat#gendang telinga#hak kesehatan#Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional#Healthy#Infeksi#Information#kebisingan#kesehatan#kesehatan telinga#kotoran telinga#sehat#Telinga

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya