Susu Formula atau ASI: Mana yang Lebih Baik untuk Mencegah Stunting?
Hallo NutriCiers!
Stunting merupakan permasalahan gizi yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama. Berdasarkan standar WHO, seorang anak dikatakan stunting ketika tinggi atau panjang badannya kurang dari -2 standar deviasi. Kejadian stunting di Indonesia memiliki prevalensi sebesar 30,8%. Angka ini masih terpaut cukup jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu maksimum sebesar 20%. Tidak hanya mengganggu pertumbuhan secara fisik, namun stunting juga mengganggu dari segi kognitif pada anak. Lebih lanjut mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari stunting yaitu dapat merugikan negara, karena stunting menyebabkan sumber daya manusia dengan kualitas yang rendah.
Permasalahan stunting dapat disebabkan secara langsung karena dua hal, yaitu asupan gizi yang tidak mencukupi serta penyakit yang menyerang. Stunting dapat dicegah selama 1000 Hari Pertama Kehidupan, salah satunya yang penting adalah dengan memberikan ASI eksklusif. ASI sebagai sumber makanan utama bagi bayi berusia 0 hingga 6 bulan memiliki kandungan gizi yang lengkap dan sangat baik untuk memenuhi kebutuhan anak. UNICEF dan WHO telah merekomendasikan bahwa anak yang berusia 0 sampai dengan 6 bulan hanya disusui ASI saja, tanpa diberikan makanan atau minuman apapun. Setelah usia 6 bulan, bayi baru diperbolehkan untuk diberikan makanan tambahan atau disebut sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) dan dilanjutkan dengan pemberian ASI hingga usia dua tahun.
Banyak alasan mengapa seorang ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada anaknya, antara lain karena kondisi penyakit yang diderita sang ibu, seperti ibu yang menderita HIV. Kesibukan sebagai ibu pekerja juga menjadi salah satu penyebab mengapa ibu tidak mampu memberikan ASI eksklusif kepada anaknya, sehingga pemberian susu formula menjadi solusi untuk menggantikan peran ASI karena dirasa lebih praktis.
Terdapat penelitian yang menyatakan bahwa bayi yang diberikan susu formula berisiko lima kali mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang diberikan ASI. Namun pemberian susu formula di usia lebih dari 2 tahun dapat dipertimbangkan sebagai makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
ASI tidak dapat digantikan oleh susu formula apapun, karena kandungannya sesuai dengan kebutuhan bayi. Anggapan bahwa memberikan susu formula lebih praktis dibandingkan dengan pemberian ASI juga harus diluruskan, karena sebenarnya pemberian susu formula ternyata lebih lebih sulit karena harus mempersiapkan peralatan untuk memanaskan air.
Tetap berikan yang terbaik untuk anak, cegah permasalahan gizi, ayo cegah stunting!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
