Lewati ke konten
NutriClinic
Issues

Hari Olahraga Nasional: Prestasi dan Motivasi Atlet

Ditulis oleh Bariza Diah Astari2 menit baca
Hari Olahraga Nasional: Prestasi dan Motivasi Atlet
Tingkah laku mempengaruhi motivasi hingga prestasi seseorang.
Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/people-doing-marathon-618612/

Hai, NutriCiers!

Memperingati Hari Olahraga Nasional, rasanya tidak lengkap jika tidak membahas mengenai olahraga dan atlet. Sudah banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini terkait wabah pandemi yang mempengaruhi pertandingan dan olahraga. Tentunya dalam kondisi seperti saat ini, para atlet  pun tetap dituntut untuk selalu berprestasi. Berbicara soal prestasi olahraga, tidak akan lepas dari istilah motivasi atlet.

Prestasi atlet selalu berkaitan dengan motivasi, karena motif merupakan sumber penggerak bagi atlet untuk bertindak dengan ketekunan dan kerja keras. Harapan untuk mencapai target dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tidak hanya aspek fisik namun mental juga mempengaruhi persepsi seorang atlet untuk merespon perilaku yang ditampilkan.

Berdasarkan sudut pandang psikologi, teori kebutuhan Maslow mampu menjadi tolak ukur motivasi atlet terhadap prestasi yang akan dicapainya. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan singkat mengenai teori kebutuhan Maslow :

  1. Kebutuhan fisiologis (phisiological needs)

Kebutuhan fisiologis merupakan hierarki kebutuhan manusia yang paling dasar, yang meliputi sandang, pangan, papan.

  1. Kebutuhan rasa aman (safety needs)

Kebutuhan akan rasa aman ini meliputi keamanan secara fisik dan psikologis. Keamanan dalam arti fisik mencakup keamanan di tempat pekerjaan dan keamanan dari dan ke tempat pekerjaan.

  1. Kebutuhan sosial (social needs)

Meliputi kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi (hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab), dan interaksi yang lebih erat dengan orang lain.

  1. Kebutuhan penghargaan (esteem needs)

Dalam hal ini individu butuh penghargaan atas hal yang dilakukannya. Penghargaan ini dapat berupa pujian, pengakuan, piagam, tanda jasa, hadiah, kompensasi

  1. Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs)

Aktualisasi diri merupakan hierarki kebutuhan dari Maslow yang paling tinggi. Aktualiasasi diri berkaitan dengan proses pengembangan akan potensi yang sesungguhnya dari seseorang.

Jika kita memperhatikan hal tersebut, maka dapat dipahami bahwa pada dasarnya setiap tingkah laku dapat ditelusuri kepada kebutuhan apa yang menjadi sumber munculnya tingkah laku tersebut. Dengan demikian, terbentuklah suatu lingkaran atau siklus yang disebut dengan siklus motivasi. Hal tersebut tentu dapat diterapkan dalam dunia olahraga, di mana tingkah laku dapat diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

Sebagai contoh, seorang atlet yang termotivasi untuk berprestasi atas “iming-iming” uang dan rumah, jika dikaitkan dengan teori Maslow artinya orang tersebut berada di tahap kebutuhan akan safety needs. Lain halnya dengan ungkapan dari salah satu atlet Inggris yang mengikuti Olimpiade 2012 lalu. Mereka percaya, yang menjadikan motivasi seorang atlet untuk berprestasi bukanlah seberapa banyak uang yang diberikan, namun kecintaannya terhadap bidang olahraga itu, negara, bahkan karena dorongan dirinya yang berkomitmen untuk menekuni dunia olahraga  tersebut. Di fase ini, mereka sudah mencapai tahap self-actualization needs atau kebutuhan untuk aktualisasi diri. Mereka hanya butuh aktualisasi dirinya atas pekerjaannya, komitmen pada olahraga,  bukan uang, maupun dukungan dari orang lain. Ketika seorang atlet telah mencapai tahap ini, kemungkinan besar prestasi mereka akan lebih stabil dibanding yang belum mencapai tahap ini.

Nah itu tadi, merupakan ulasan prestasi berolahraga yang dibahas dengan sudut pandang psikologi. Semoga bermanfaat ya, NutriCiers!

Salam Sehat, Gizi Berkualitas!

Tag:#Hari olahraga nasional#kebugaran#mental#olahraga#sport

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hubungan antara Makanan dan Penyakit Asma

Buah dan sayuran memiliki efek anti-inflamasi yang baik untuk penurunan sitokin pro-inflamasi dalam plasma, juga membantu penurunan peradangan saluran pernapasan Sumber gambar: https://www.freepik.com

Felicia Magdalena Kweesar