Tuberkulosis Tidak Diturunkan, Cek Fakta Lainnya Disini!
Halo NutriCiers!
Tahukah Anda bahwa tuberkulosis (TB) merupakan satu dari 10 penyakit yang paling mematikan di dunia, terutama di negara-negara berkembang? Namun, tampaknya informasi terkait TB masih sangat minim sehingga muncul berbagai mitos di masyarakat. Pada tahun 2018, terdapat 1.017.290 kasus TB terdiagnosis di Indonesia.Yuk, kita simak fakta-fakta terkait tuberkulosis berikut ini untuk menurunkan angka penularannya!
1. Tuberkulosis Tidak Diturunkan
TB seringkali dianggap sebagai penyakit keturunan. Kepercayaan ini muncul karena tak jarang ditemui kasus TB pada sesama anggota keluarga. Faktanya, TB disebabkan oleh bakteri Mycobaterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara sehingga lebih mudah menyebar pada orang yang tinggal dalam satu rumah.
2. Berbagi Alat Makan dan Kontak Fisik dengan Penderita Tidak Menularkan TB
Ketika penderita TB batuk, bersin, atau berbicara, ia akan menyebarkan tetesan-tetesan kecil mengandung bakteri TB ke udara. Jika bakteri tersebut terhirup orang lain, maka ia dapat berkembang dan menyebabkan penyakit TB. Namun, bersalaman, berbagi makanan dan minuman, berbagi alat makan, atau kontak fisik lainnya tidak dapat menularkan TB. Anda harus terpajan tetesan TB di udara untuk jangka waktu yang lama, biasanya delapan jam atau lebih, agar berisiko tertular.
3. Kurang Gizi dapat Meningkatkan Risiko Terinfeksi TB
Tahukah NutriCiers bahwa kurang gizi dapat meningkatkan risiko tertular TB? Ketika seseorang kekurangan gizi, maka imunitas tubuh akan menurun. Jika kita menghirup bakteri TB dan imunitas tubuh kita rendah, maka tubuh akan kalah melawan bakteri sehingga bakteri dapat berkembang dan menimbulkan gejala penyakit. Tidak berhenti sampai situ, penderita TB juga dapat mengalami penurunan berat badan dan status gizi sehingga memperparah gejala TB. Jadilah sebuah lingkaran setan malnutrisi-TB yang tak terputus apabila tidak diberi penanganan gizi yang sesuai.
4. Tuberkulosis Tidak Selalu Ditandai dengan Batuk Berkepanjangan
Kita bisa menyimpan bakteri TB di dalam paru-paru tanpa menunjukkan gejala. Ini karena imunitas tubuh mampu menahan perkembangan bakteri namun tidak dapat benar-benar membunuhnya. Kondisi ini disebut TB laten. Ketika imunitas tubuh sedang rendah, bakteri dapat terlepas dan menyebabkan penyakit meski sudah bertahun-tahun sejak kita terpapar bakterinya. Kondisi ini disebut TB aktif dan ditandai dengan batuk berkepanjangan, demam, penurunan nafsu makan, dan gejala lainnya.
Dari fakta-fakta yang sudah dipaparkan, kita bisa belajar bahwa TB hanya ditularkan jika kita menghirup bakteri TB di udara. Sehingga, tidak ada alasan bagi kita untuk mendiskriminasi para penderita TB. Alih-alih, yuk, kita terapkan langkah pencegahan dengan konsumsi gizi seimbang, menyediakan ventilasi udara yang baik di rumah, dan deteksi dini ketika orang terdekat kita ada yang terinfeksi TB!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
