Cegah Kondisi Anemia Saat Hamil dengan Konsumsi Makanan Ini!
Halo NutriCiers!
Lingkungan dari masa kehamilan hingga masa kanak-kanak dapat memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Masa kehamilan merupakan salah satu siklus dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Apabila kebutuhan gizi makro dan mikro pada saat masa kehamilan kurang terpenuhi dapat menyebabkan masalah gizi kepada ibu dan bayinya. Salah satu masalah gizi yang sering ditemui pada ibu hamil adalah anemia, dimana kondisi dari jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalam darah kurang dari normal.
Berdasarkan data WHO, 40% ibu hamil di dunia sudah mengalami anemia. Di Indonesia, prevalensi Ibu Hamil Anemia berdasarkan data Riskesdas 2018 sebesar 48,9%.
Anemia saat kehamilan dapat menyebabkan disfungsi sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan peningkatan risiko infeksi, gagal jantung, lahir prematur, keterbelakangan pertumbuhan janin dalam rahim, preeklampsia, pendarahan, berat badan lahir rendah, asfiksia (oksigen kurang didalam tubuh yang menyebabkan penurunan kesadaran) saat kelahiran, anemia pada bayi, kesakitan/kecacatan, bahkan kematian pada ibu dan bayi.
Ada beberapa penyebab anemia pada ibu hamil, akan tetapi dari segi gizi biasanya karena makanan yang dikonsumsi kurang mengandung protein, zat besi, vitamin B12 dan asam folat, dan meningkatnya kebutuhan tubuh selama hamil akan zat-zat gizi karena perubahan fisiologis ibu hamil dan pertumbuhan serta perkembangan janin.
Maka dari itu, untuk mencegah kondisi anemia dan memenuhi kebutuhan gizi pada saat hamil sebaiknya perhatikan pola hidup sehat dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang, seperti :
- Sumber Karbohidrat : sebagai sumber energi berupa glukosa untuk sel-sel darah merah, otak, sistem saraf pusat, plasenta, dan janin. Pemenuhan kebutuhan karbohidrat yang utama berasal dari karbohidrat pati dan serat, seperti nasi, sereal, roti, dan pasta, juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar.
- Sumber Protein : Protein merupakan komponen yang penting untuk pembentukan sel-sel tubuh, pengembangan jaringan, termasuk untuk pembentukan plasenta. Jenis protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein hewani, seperti daging, ikan, telur, susu, yogurt, dan selebihnya berasal dari protein nabati, seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dan lain-lain.
- Sumber Lemak : Lemak merupakan zat gizi penting yang berperan meyakinkan pada perkembangan janin dan pertumbuhan awal setelah lahir. Asam lemak omega-3 DHA (Docosahexaenoic acid) penting untuk perkembangan dan fungsi saraf janin selama kehamilan. Sumber lemak ini terdapat pada minyak kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak biji kapas. DHA (Docosahexaenoic acid) dan ALA (alpha-linolenic acid) banyak terdapat dalam minyak ikan (ikan laut seperti lemuru, tuna, salmon), selain itu juga terdapat dalam sayuran berdaun hijau tua seperti bayam dan brokoli, minyak kanola, biji labu kuning, dan minyak flaxseed.
- Vitamin dan Mineral : Makanan atau minuman yang mengandung Vitamin dan mineral A,B, B6, C, D, besi, seng, yodium, dan kalsium, seperti hati, ayam, pisang, kacang-kacangan, sereal, roti gandum utuh, jeruk manis, stroberi, brokoli, tomat, susu formula khusus ibu hamil, ikan salmon dan makarel, minyak hati ikan, dan kuning telur.
- Konsumsi air putih : Kebutuhan cairan pada ibu hamil lebih banyak lagi menjadi 10—13 gelas/hari yang biasanya pada orang dewasa normal hanya 8 gelas/hari.
- Suplementasi : Sebagian zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil tidak dapat dicukupi hanya dari makanan yang dikonsumsi ibu hamil sehari-hari. Oleh karena itu ibu hamil diharuskan menambah zat-zat gizi tersebut dalam bentuk suplemen, antara lain Zat Besi (tablet tambah darah), asam folat, dan kalsium.
Masa kehamilan sangat penting ya NutriCiers, baik pola hidup sehat dan makan makanan bergizi seimbang menjadi salah dua penentu kesehatan bayi kita dimasa depan!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
