Perhatikan Si Kecil Agar Terhindar dari Anemia Defisiensi Besi
Halo, NutriCiers!
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang disebabkan karena kurangnya zat besi yang sering terjadi pada bayi dan balita. Pemeriksaan biokimia yang dapat dilihat adalah melalui kadar hemogblobin (Hb) yang kurang dari 11 g/dL.
Lalu, kenapa ya Moms si kecil bisa anemia defisiensi besi?
Bayi berusia 0—6 bulan dapat memenuhi kebutuhan zat besi dari ASI dan simpanan zat besi dalam tubuh. Namun, ketika sudah berusia >6 bulan, zat besi harus dipenuhi melalui asupan atau MPASI, terutama pada usia 6—11 bulan yang merupakan periode dengan kebutuhan zat besi yang cukup tinggi. Apabila dari asupan tidak tercukupi dan tidak terbantu oleh suplementasi, maka akan menyebabkan anemia defisiensi besi. Menurut AKG (Angka Kecukupan Gizi), bayi berusia 6—11 bulan membutuhkan zat besi sebesar 11 mg per hari. Beberapa bahan makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi antara lain daging merah, hati sapi atau ayam, kacang kedelai, bayam, kacang merah, labu, kerang, dan udang.
Nah, Moms, perlu hati-hati ya dalam memperhatikan asupan si kecil. Terutama apabila bayi lahir dalam berat yang tidak tercukupi atau yang biasa disebut dengan BBLR (berat bayi lahir rendah). Bayi dengan BBLR memiliki risiko yang lebih tinggi terkena anemia. Hal tersebut dapat terjadi karena penyimpanan zat besi dalam tubuh yang rendah. Namun, tidak boleh asal memberikan suplementasi zat besi ya, Moms. Konsumsi suplemen perlu dikonsultasikan dengan dokter mengenai dosis yang tepat untuk si kecil karena dosis yang berlebihan juga memiliki efek buruk untuk kesehatan.
Kecukupan gizi pada 1000 HPK merupakan sesuatu hal yang sangat penting karena akan berdampak pada kesehatan seperti perkembangan saraf, perkembangan otak, kesehatan metabolik, imunitas, dan kesehatan tulang. Pertumbuhan dan perkembangan suatu organ sangat membutuhkan asupan gizi yang tercukupi, terutama pada otak. Apabila kebutuhan gizi pada otak tidak tercukupi, dapat menimbulkan kerusakan struktur otak secara permanen yang tidak dapat diperbaiki.
Lalu selain zat besi, kebutuhan gizi apa saja ya yang perlu dicukupi?
Zat gizi lainnya adalah protein, asam lemak rantai panjang, seng (Zn), copper, choline, iodine, dan beberapa vitamin B kompleks.
Selalu perhatikan dan dukung pemenuhan gizi yang maksimal untuk pertumbuhan dan perkembangan anak ya Moms! Semoga bermanfaat!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
