Hati-hati Makanan Manis Mengancam Senyum Manis Si Buah Hati!
Hai, NutriCiers!
Sudah jadi rahasia umum kalau makanan yang manis, berwarna menarik, apalagi ditambah dengan karakter kartun favorit pada iklan makanan merupakan taktik penjualan yang menjadikan anak-anak sebagai sasaran konsumen utama. Jika anak sudah meminta dengan cara yang sopan atau bahkan sampai menangis, apakah Bunda tega untuk menolak?
Hmm, rasanya sulit untuk berkata ‘tidak’ jika anak sudah meminta dan penuh harap ya Bunda. Namun, sesulit apapun itu sebaiknya tetap dipertimbangkan serasional mungkin ya. Karena pemberian makanan manis sesuka kehendak anak, ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulutnya, lho! Mau tahu kenapa makanan manis bisa mengancam hilangnya senyum manis si kecil? Penasaran kebiasaan baik apa saja yang bisa mencegahnya? Yuk simak penjelasan berikut!
Dalam sebuah jurnal dikatakan bahwa makanan yang mengandung gula dapat memicu timbulnya karies pada gigi susu atau disebut juga Early Childhood Caries (ECC). ECC adalah masalah kesehatan mulut yang umumnya ditandai dengan adanya gigi yang busuk, tanggal, berlubang atau adanya jejak penambalan gigi susu pada anak dibawah 5 tahun. Salah satu penyebab timbulnya ECC pada anak berkaitan dengan kesukaannya mengkonsumsi makanan/minuman manis.
Bagaimana makanan manis bisa menghilangkan senyuman manis si kecil?
Awalnya dimulai dari pencernaan mekanis yang terjadi dimulut. Misalnya anak suka makan permen, permen merupakan salah satu makanan yang mengandung gula dalam jumlah tinggi. Ketika dicerna oleh enzim amilase yang ada di air liur, gula akan mengubah tingkat keasaman rongga mulut menjadi lebih asam. Rongga mulut yang lebih asam dapat meningkatkan konsentrasi bakteri dari sisa makanan apabila anak tidak menyikat gigi dengan bersih dan benar usai mengkonsumsi makanan/minuman manis. Konsentrasi bakteri yang tinggi tersebut dapat memicu timbulnya ECC yang menyebabkan gigi tanggal, membusuk, menghitam atau biasa disebut ompong. Kalau gigi sudah ompong, si kecil biasanya akan merasa malu menunjukkan senyumnya.
Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga senyum manisnya?
Pada dasarnya, status kesehatan anak bergantung pada perilaku dan perspektif dari Bunda/pengasuhnya. Jika Bunda adalah orang yang setiap saat menemaninya menjalani aktivitas, maka pengetahuan, perspektif, perilaku, dan kedisiplinan Bunda terhadap kesehatan mulut dan gigi menjadi penentu penting. Oleh karena itu, sedari anak berusia 1-2 tahun sebaiknya ajarkan mereka cara menyikat gigi yang benar, tidak membiasakan tidur dengan botol susu, melakukan pemeriksaan gigi tiap 6 bulan sekali, dan kedisiplinan menyikat gigi 3 kali sehari (setelah sarapan, makan siang, dan makan malam) untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi. Yuk, jaga senyum manisnya dengan membatasi makanan manis dan disiplin sikat gigi setelah makan!
Salam Gizi Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
