Hai, NutriCiers!
Jika mendengar istilah demam berdarah, penyakit ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan? Yap, penyakit ini memang sudah ada sejak dulu, NutriCiers. Di Indonesia, deman berdarah pertama kali ditemukan pada tahun 1968. Sebagai bentuk momentum, Hari Demam Berdarah di Indonesia biasa diperingati setiap tanggal 22 April. Berdasarkan data per tahun 2020, kasus DBD di Indonesia sendiri sudah tersebar di sekitar 472 kabupaten/kota dan 219 kabupaten/kota diantaranya telah terjadi kasus kematian akibat penyakit ini.
Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan DBD itu?
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk, seperti dari spesies Aedes Aegypti dan Aedes albopictus. DBD banyak terjadi di negara tropis dan sub tropis yang mana Indonesia termasuk ke dalamnya.
Penyakit ini tentu tidak boleh disepelekan ya, NutriCiers! Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa penyakit ini tergolong cukup mengerikan. Bagaimana tidak? Penularan oleh virus dengue terjadi dengan cepat dan dapat langsung menjangkit banyak manusia, atau yang lebih buruk dapat menyebabkan kematian.
NutriCiers, for your information, daerah dengan kasus tinggi DBD saat ini juga merupakan daerah yang banyak terkonfirmasi kasus Covid-19, yaitu di Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.Seseorang yang terinfeksi Covid-19, dimana dengan sistem imun tubuhnya yang rendah, dapat berisiko terjangkit penyakit DBD sehingga dampak yang dirasakan penderita tersebut semakin parah. Sama seperti Covid-19, hingga kini DBD juga belum ada obatnya, NutriCiers. Oleh karena itu, hal yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya!
NutriCiers, selain harus menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19, kita juga jangan sampai lupa nih untuk tetap menerapkan 3M lainnya demi mencegah penularan virus DBD yang biasanya berawal dari lingkungan rumah kita sendiri. Apa saja ya 3M yang dimaksud?
3M untuk mencegah DBD, antara lain :
1. Menguras tempat penampungan air, seperti bak air untuk mandi dan toren air. Dalam poin ini, termasuk juga menyikat dinding-dinding tempat penampuang air dan apabila ditemukan telur nyamuk maka bisa segera dibuang.
2. Menutup tempat penampungan air. Tujuannya agar nyamuk tidak masuk ke dalamnya dan berkembang biak.
3. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas. Kegiatan ini dilakukan agar tidak ada tumpukan sampah atau barang bekas yang membuat nyamuk bersarang di sana.
Nah, untuk itu, penting bagi kita semua untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan supaya tidak terinfeksi Covid-19 maupun penyakit demam berdarah. Semoga bermanfaat!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
