Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Lansia perlu Perhatikan Asupan Makanan saat Lebaran

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Lansia perlu Perhatikan Asupan Makanan saat Lebaran
Mengontrol asupan makanan, minum air putih, dan makan buah dan sayur pada hari raya Idul Fitri dapat menjauhkan gangguan kesehatan seperti kolesterol dan asam urat
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/muslim-woman-sharing-food-ramadan-feast_3214241.htm#page=1&query=ramadhan+family&position=4

Hai, NutriCiers!

Hari raya Idul Fitri atau Lebaran pasti menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu setelah menjalani puasa satu bulan penuh. Banyak yang memanfaatkan momen lebaran ini sebagai ajang silaturahmi dan kumpul bersama dengan sanak saudara, khususnya mereka yang jarang bertemu di hari-hari biasa. Kumpul bersama saat Lebaran pun menjadi semakin meriah karena ditemani makanan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, gulai, dan semur daging. Selain itu, ada juga beragam jenis kue manis yang menemani kita saat bercengkerama, misalnya kue kastengel, putri salju, hingga nastar. Secara singkat, mayoritas makanan khas Lebaran identik dengan santan dan gula.

Di lain sisi, banyak orang yang tidak bisa mengontrol nafsu makannya saat Lebaran. Mereka cenderung akan ‘memuaskan diri’ setelah melewati puasa satu bulan penuh. Padahal, nafsu makan yang tidak dikontrol tersebut dapat berakibat buruk terhadap kesehatan. Maka, tak heran bila kita sering mendapati berat badan naik, kolesterol tinggi, diabetes, hingga asam urat setelah Lebaran. Tentu ini bukan hal yang diharapkan ya, NutriCiers. Terutama bagi para lansia yang mengalami kemunduran fungsi-fungsi tubuh, sehingga lebih rentan terkena gangguan kesehatan.

Seperti yang kita ketahui, makanan bersantan yang banyak tersaji saat lebaran tinggi akan lemak jenuh, sehingga dapat meningkatkan kolesterol LDL di dalam tubuh. Asam urat pun dapat bertambah parah karena konsumsi sumber purin hewani yang berlebihan, seperti ayam dan daging3. Selain itu, kue-kue manis juga dapat mengakibatkan diabetes. Asam urat dan diabetes merupakan penyakit yang identik dengan orang tua.

Tapi, NutriCiers tidak perlu khawatir! Banyak yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit setelah lebaran, khususnya bagi para lansia. NutriCiers bisa memulai dengan mengambil porsi yang lebih sedikit saat makan makanan utama ataupun saat makan kue. Hal ini dapat membantu untuk mengontrol asupan makanan. Perlu diperhatikan bahwa kebutuhan energi lansia lebih sedikit, dan kebutuhan zat gizinya juga perlu disesuaikan dengan kondisi fisiologisnya saat itu. Selain itu, jangan lupa untuk meminum air putih. Saat lebaran banyak yang cenderung lebih sering minum minuman manis dan lupa untuk minum air putih. Lebih baik minum air putih sebelum makan agar bisa mendapati sensasi kenyang dan dapat membatasi asupan yang masuk. NutriCiers juga perlu ingat untuk memakan buah dan sayur saat lebaran. Buah dan sayur mengandung antioksidan yang baik untuk mengangkat radikal bebas dan serat yang dapat membersihkan sisa kotoron di dalam sistem pencernaan.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#asam urat#berat badan#diabetes#Idul Fitri#kolesterol#lansia#makanan#Makanan Bersantan#makanan manis#penyakit

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Tetap Fit Bekerja di Kawasan Industri

Perhatikan kesehatan pernapasan dan asupan gizi seimbang untuk para pekerja industri. Sumber gambar: https://www.pexels.com/photo/white-smoke-coming-out-from-a-building-3634730/ Hai, NutriCiers! Dalam

Bariza Diah Astari

Kaitan dan Pentingnya Gizi bagi Penderita Tuberkulosis

Tingginya konsumsi sayur dan buah terutama sayur memiliki hubungan terhadap penurunan risiko kegagalan perawatan/tata laksana medis pada pasien tuberculosis Sumber gambar : https://www.freepik.com/fre

Zulaikhah Atyas Permatasari