Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Peran Omega-3 untuk Cegah Stunting pada Balita

Ditulis oleh Prambandanty Poetri Irnandy2 menit baca
Peran Omega-3 untuk Cegah Stunting pada Balita
Omega-3 dapat mendukung perkembangan fungsi kognitif, juga terbukti memiliki pengaruh dalam menurunkan kejadian stunting

Hallo NutriCiers!

Kurangnya asupan zat gizi makro dan mikro dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan gizi. Kekurangan gizi yang terjadi pada masa balita tentu saja dapat menghambat proses tumbuh kembang. Salah satu permasalahan gizi pada anak yang terjadi secara global dengan angka yang terbilang masih cukup tinggi adalah stunting. Menurut UNICEF, stunting merupakan keadaan panjang atau tinggi badan anak 0-59 bulan yang berada di bawah minus 2 standar deviasi dan diukur berdasarkan standar pertumbuhan WHO (WHO Growth Chart).

Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, menujukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia yaitu sebesar 27,67%. Meskipun mengalami penurunan dari tahun sebelumya, tetap saja angka ini masih terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan standar maksimum kejadian stunting menurut WHO yaitu sebesar 20%.

Tidak hanya berakibat pada terhambatnya pertumbuhan secara linier, namun stunting juga mengakibatkan terhambatnya perkembangan fungsi kognitif pada anak. Terhambatnya perkembangan kognitif anak tentu saja dapat menurunkan kecerdasan yang berakibat pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Oleh karena itu, stunting harus dicegah dengan memenuhi kebutuhan gizi anak, baik zat gizi makro maupun mikro. Zat gizi makronutrien yang terkandung dalam makanan antara lain karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan zat gizi mikronutrien meliputi vitamin dan mineral.

Terkait perkembangan fungsi kognitif, terdapat salah satu zat gizi yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kognitif, yaitu asam lemak omega-3. Selain mendukung perkembangan fungsi kognitif, omega-3 juga terbukti memiliki pengaruh dalam menurunkan kejadian stunting. Omega-3 banyak terkandung dalam makanan sumber protein hewani, seperti ikan laut dan telur ayam.

Selain pemenuhan asupan melalui konsumsi makanan, omega-3 juga dapat diperoleh melalui suplemen serta makanan yang diperkaya dengan omega-3. Hal ini sudah terbukti dapat meningkatkan kesehatan yang optimal, termasuk bagi anak yang mengalami stunting.

Lalu, berapa kah kebutuhan omega-3 untuk balita dalam satu hari?

Berdasarkan anjuran Angka Kecukupan Gizi 2019, anak yang berusia 0 hingga 11 bulan kebutuhannya sebesar 0,5 gram, usia 1 sampai 3 tahun sebesar 0,7 gram, serta anak yang berusia 4 sampai dengan 5 tahun kebutuhannya sebesar 0,9 gram.

Nah, itu dia manfaat omega-3 untuk mencegah dan menangani kejadian stunting. Jangan lupa untuk memberikan makanan yang bergizi seimbang dan bervariasi serta konsultasikan kepada ahli gizi terkait kecukupan asupan gizi pada balita.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Angka Kecukupan Gizi#gizi anak#kecerdasan#kognitif#Omega-3#pertumbuhan dan perkembangan anak#protein#stunting#zat gizi makro#zat gizi mikro

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya